WFH ASN Jangan Jadi “Hari Libur Terselubung”! Wamendagri Minta Publik Awasi, Siap-Siap Diviralkan Jika Bandel

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, memberikan pernyataan tegas terkait pengawasan ketat ASN saat menjalani Work From Home (WFH), Jumat (10/4/2026). Pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi hingga melaporkan pelanggaran melalui media sosial.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, memberikan pernyataan tegas terkait pengawasan ketat ASN saat menjalani Work From Home (WFH), Jumat (10/4/2026). Pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi hingga melaporkan pelanggaran melalui media sosial.

NASIONAL, TimeNUSANTARA – Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat kini memasuki fase pengawasan ketat. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto secara tegas mengingatkan: WFH bukan alasan untuk bersantai, apalagi keluyuran di luar rumah.

Dalam pernyataannya di Bogor, Jumat (10/4/2026), Bima Arya bahkan membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut mengawasi. ASN yang kedapatan “berkeliaran” saat jam kerja WFH dipersilakan untuk dilaporkan—bahkan diviralkan di media sosial.

“Kalau tidak patuh, silakan posting di media sosial. Viralkan saja, tidak apa-apa,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini menjadi sinyal keras bahwa pemerintah tidak main-main dalam memastikan disiplin ASN tetap terjaga, meskipun bekerja dari rumah. WFH ditegaskan bukan bentuk kelonggaran, melainkan bagian dari sistem kerja yang tetap harus dipertanggungjawabkan.

Pengawasan pun tidak hanya mengandalkan masyarakat. Secara internal, sistem kontrol berlapis telah diterapkan. Mulai dari pemantauan absensi digital, hingga pengawasan langsung oleh pimpinan melalui sambungan telepon maupun video call secara acak.

“Kalau tidak siap saat dihubungi, tentu ada konsekuensi. Ini pengawasan berjenjang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Bogor, Dani Rahadian, menjelaskan bahwa ASN wajib melakukan presensi sebanyak tiga kali dalam sehari selama WFH, lengkap dengan swafoto berbasis lokasi.

Absensi dilakukan pada:

Pagi: 07.00 – 07.30 WIB

Siang: 13.00 – 13.30 WIB

Sore: 16.30 – 17.00 WIB

Seluruh presensi wajib dilakukan dari rumah, dengan sistem yang langsung mendeteksi koordinat lokasi melalui aplikasi resmi pemerintah.

“Namanya juga Work From Home, jadi tidak boleh dilakukan di tempat lain selain rumah,” tegas Dani.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor 800.1.5/1633-BKPSDM Tahun 2026, yang mengatur penyesuaian mekanisme kerja ASN dalam rangka efisiensi anggaran dan penghematan energi.

Langkah tegas ini sekaligus menjadi peringatan nasional: di era digital dan transparansi publik, ASN dituntut semakin profesional. Tidak ada lagi ruang untuk menyalahgunakan sistem kerja, karena masyarakat kini ikut menjadi “mata pengawas”.

Berita Terkait

Pejabat Bea Cukai lari usai diperiksa KPK
⚡ Tagihan Listrik Tiba-Tiba Melonjak? Warga Heboh, PLN Akhirnya Buka Suara!
Dibawah Kepemimpinan Bupati Yusra, Bolmong Jadi Daerah Terpilih Kemenko untuk Sinkronisasi Program Nasional
PKB Sulut Resmi Dikukuhkan, Siap Jadi Motor Perubahan dan Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Krisis BBM Lumpuhkan Transportasi di Filipina, Ribuan Pekerja Terpaksa Jalan Kaki Massal
Tokoh Muda Nasional Addin Jauharudin Resmi Bergabung di Dewan Komisaris BSI
Hari ke 19 Ramadan, Inilah Negara-Negara yang Berpuasa 24 Jam di Dunia
Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:28 WITA

Pejabat Bea Cukai lari usai diperiksa KPK

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:20 WITA

⚡ Tagihan Listrik Tiba-Tiba Melonjak? Warga Heboh, PLN Akhirnya Buka Suara!

Jumat, 17 April 2026 - 17:53 WITA

Dibawah Kepemimpinan Bupati Yusra, Bolmong Jadi Daerah Terpilih Kemenko untuk Sinkronisasi Program Nasional

Sabtu, 11 April 2026 - 13:41 WITA

WFH ASN Jangan Jadi “Hari Libur Terselubung”! Wamendagri Minta Publik Awasi, Siap-Siap Diviralkan Jika Bandel

Senin, 30 Maret 2026 - 19:43 WITA

PKB Sulut Resmi Dikukuhkan, Siap Jadi Motor Perubahan dan Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Ahmad Dedi, terekam kamera berlari meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus suap impor, Jumat (8/5/2026). Momen tersebut menjadi perhatian publik setelah dirinya memilih irit bicara di hadapan awak media.

NASIONAL

Pejabat Bea Cukai lari usai diperiksa KPK

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:28 WITA