TimeNUSANTARA – Ramadan selalu menjadi bulan penuh hikmah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun tahukah Anda, di beberapa negara yang berada dekat Kutub Utara, umat Islam harus menjalankan puasa dengan durasi yang nyaris mencapai 24 jam.
Fenomena ini terjadi karena posisi geografis wilayah tersebut yang mengalami siang hari sangat panjang, bahkan matahari hampir tidak terbenam pada musim tertentu. Kondisi ini dikenal sebagai midnight sun, ketika matahari tetap terlihat meskipun sudah tengah malam.
Berikut beberapa negara di dunia yang dikenal memiliki durasi puasa paling panjang, bahkan mendekati 24 jam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Norway
Di wilayah utara Norwegia seperti Tromsø dan kawasan kepulauan Svalbard, matahari bisa bersinar hampir sepanjang hari saat musim panas.
Jika Ramadan jatuh pada periode tersebut, umat Muslim dapat menghadapi waktu puasa hingga 20–23 jam, bahkan secara teori bisa mendekati 24 jam karena matahari hampir tidak terbenam.
2. Swedia
Di kota Kiruna, yang berada di atas Lingkar Arktik, waktu puasa bisa mencapai lebih dari 20 jam.
Bagi sebagian umat Muslim di sana, para ulama menyarankan mengikuti waktu puasa kota lain yang memiliki siang dan malam lebih normal.
3. Finlandia
Wilayah utara Finlandia seperti Lapland juga mengalami siang hari yang sangat panjang. Di kota Helsinki saja, durasi puasa bisa mencapai 19–20 jam, sementara wilayah yang lebih utara bisa lebih lama lagi.
4. Islandia
Di ibu kota Reykjavik, umat Muslim menjalankan puasa sekitar 19 hingga 20 jam selama Ramadan yang jatuh pada musim panas.
Jumlah Muslim di negara ini memang tidak banyak, tetapi komunitas Islam tetap menjalankan Ramadan dengan penuh semangat.
5. Greenland
Wilayah Arktik seperti Nuuk juga mengalami fenomena siang sangat panjang. Durasi puasa di daerah ini bisa mencapai 16–20 jam, tergantung posisi matahari saat Ramadan berlangsung.
Karena kondisi alam yang ekstrem, para ulama memberikan beberapa solusi bagi umat Muslim di wilayah tersebut, seperti:
• Mengikuti jadwal puasa dari kota terdekat yang memiliki siang dan malam normal,
• Mengikuti jadwal waktu di Makkah,
• Atau mengikuti jadwal negara Muslim terdekat.
Pendekatan ini dilakukan agar ibadah tetap dapat dijalankan dengan baik tanpa membahayakan kesehatan.
Berbeda dengan negara-negara di utara bumi, umat Muslim di Indonesia menjalankan puasa sekitar 13 jam setiap hari. Hal ini karena Indonesia berada di sekitar garis khatulistiwa, sehingga durasi siang dan malam relatif stabil sepanjang tahun.
Meski menghadapi waktu puasa yang sangat panjang, umat Muslim di berbagai belahan dunia tetap menjalankan Ramadan dengan penuh keimanan dan kesabaran. Perbedaan durasi ini justru menunjukkan betapa luas dan beragamnya pengalaman Ramadan di seluruh dunia.











