JAKARTA, TimeNUSANTARA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) resmi mengangkat Addin Jauharudin sebagai Komisaris Independen perseroan, efektif sejak 11 Maret 2026.
Pengangkatan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah Addin dinyatakan lolos uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test), sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.
Sebelumnya, penunjukan Addin Jauharudin telah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BSI yang digelar pada 16 Mei 2025.
Manajemen BSI menegaskan, keputusan ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Addin Jauharudin dikenal sebagai tokoh muda nasional dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi yang kuat. Ia merupakan lulusan S1 Institut Agama Islam Al-Aqidah dengan jurusan Al-Ahwal Al-Syakhshiyah. Kemudian, ia melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Trisakti pada 2016, serta meraih gelar doktor di Universitas Brawijaya pada 2019 dengan konsentrasi Manajemen Strategis.
Dalam kiprah organisasi, Addin saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) periode 2024–2029. Ia juga memiliki rekam jejak panjang di organisasi kemahasiswaan dan keagamaan, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar PMII periode 2011–2013.
Selain aktif di organisasi, Addin juga memiliki pengalaman di berbagai perusahaan milik negara. Ia pernah menjabat sebagai Komisaris di PT Garam (2014–2018), PT Pos Indonesia (2018–2023), serta PT Waskita Karya (2023–2025).
Dengan penunjukan ini, BSI diharapkan semakin memperkuat tata kelola perusahaan serta meningkatkan kinerja di sektor perbankan syariah nasional.









