EKONOMI, TimeNUSANTARA — Ekonomi Global, 2 Maret 2026 terlihat sejumlah pedagang emas di beberapa negara Asia melaporkan penutupan sementara aktivitas jual beli emas di tengah gejolak geopolitik yang terus meningkat akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kondisi ini berimbas pada tingginya volatilitas harga emas dan ketidakpastian pasar yang membuat beberapa toko emas menangguhkan sementara perdagangan emas batangan.
Toko Emas Hentikan Penjualan Emas Batangan
Di Thailand, tiga toko emas besar — Hua Seng Heng, Mae Thong Suk, dan YLG Group — mengumumkan penutupan sementara penjualan emas batangan. Pengumuman tersebut dikeluarkan karena harga emas global yang sangat fluktuatif akibat eskalasi serangan militer antara Israel dan AS terhadap Iran, serta keputusan pasar luar negeri yang belum memberikan reference price saat penutupan pekan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu pemberitahuan di media sosial menjelaskan bahwa karena harga emas berubah sangat cepat dan pasar luar negeri tutup, toko tidak mampu menetapkan harga jual yang stabil, sehingga layanan jual emas batangan dihentikan hingga pasar global kembali normal. Aktivitas lain seperti pembelian kembali (buyback), gadai, atau penebusan tetap berjalan sebagaimana biasa.
Ketidakpastian Harga Global Picu Kepanikan Pasar
Situasi ini terjadi di tengah lonjakan harga emas di pasar dunia. Menurut laporan keuangan internasional, harga emas spot dunia mendekati level tertinggi lebih dari dua bulan karena investor mencari aset yang disebut sebagai safe haven (tempat aman) di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.
Konflik Iran–Israel telah mendorong investor global berbondong-bondong membeli emas sebagai perlindungan terhadap risiko pasar yang tinggi, sehingga mendorong harga naik dan menciptakan ketidakpastian bagi pedagang ritel.
Perang Global dan Risiko Jalur Energi
Ketegangan geopolitik ini juga berdampak lebih luas terhadap pasar energi dan komoditas global. Misalnya, jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz menjadi sorotan karena potensi gangguan distribusi energi dunia. Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi secara global telah mendorong harga minyak dan logam mulia melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.
Respon Pedagang: Menunggu Kepastian Harga
Pengelola toko emas yang menangguhkan perdagangan menjelaskan bahwa mereka memilih menunggu pasar global membuka kembali harga acuan dan volatilitas menurun sebelum melanjutkan transaksi normal. Keputusan ini dianggap sebagai langkah untuk menghindari kerugian besar yang bisa terjadi jika harga terus berubah tanpa acuan yang stabil.
En.thairath.co.th (sumber berita)











