Kemenkumham Resmi Sahkan Kepengurusan PPP dengan Ketua Umum Mardiono

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas

Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas

JAKARTA, TimeNUSANTARA – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan Ketua Umum Muhammad Mardiono. SK tersebut ditandatangani langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, setelah melalui proses verifikasi dokumen dan pemenuhan sejumlah persyaratan yang mengacu pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP.

“Kemarin pagi saya sudah menandatangani SK pengesahan kepengurusan Bapak Mardiono,” ungkap Supratman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/10/2025), sebelum menghadiri rapat paripurna DPR.

Ia menambahkan, meski belum memastikan apakah SK tersebut sudah diambil pihak Mardiono, dirinya telah menyerahkan seluruh proses selanjutnya kepada jajaran Kemenkumham. “Yang jelas saya sudah tandatangani kepengurusan itu,” sambungnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Supratman menjelaskan bahwa kubu Mardiono telah resmi mendaftarkan kepengurusan pada 30 September 2025 dan telah mengakses sistem administrasi badan hukum. “Setelah dilakukan penelitian oleh Dirjen AHU, maka dipastikan sesuai AD/ART hasil Muktamar IX di Makassar, yang hingga kini tidak mengalami perubahan,” jelasnya.

Sebelumnya, Muktamar X PPP yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025), berlangsung panas dan sempat diwarnai kericuhan. Forum yang sedianya digelar hingga 29 September itu akhirnya dipercepat dan ditutup dengan keputusan aklamasi yang menetapkan Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum. Mardiono berdalih percepatan dilakukan karena kondisi darurat.

Namun, sehari setelahnya, kubu Agus Suparmanto juga mengklaim bahwa Agus terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPP untuk periode lima tahun ke depan. Dengan demikian, muktamar tersebut melahirkan dua kubu yang sama-sama mengklaim kepemimpinan partai berlambang Ka’bah itu.

Berita Terkait

Pejabat Bea Cukai lari usai diperiksa KPK
⚡ Tagihan Listrik Tiba-Tiba Melonjak? Warga Heboh, PLN Akhirnya Buka Suara!
PKB Sulut Gelar UKK Calon Ketua DPC: Uji Kepemimpinan Menuju Partai Modern dan Mandiri
Dibawah Kepemimpinan Bupati Yusra, Bolmong Jadi Daerah Terpilih Kemenko untuk Sinkronisasi Program Nasional
WFH ASN Jangan Jadi “Hari Libur Terselubung”! Wamendagri Minta Publik Awasi, Siap-Siap Diviralkan Jika Bandel
PKB Sulut Resmi Dikukuhkan, Siap Jadi Motor Perubahan dan Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Krisis BBM Lumpuhkan Transportasi di Filipina, Ribuan Pekerja Terpaksa Jalan Kaki Massal
Tokoh Muda Nasional Addin Jauharudin Resmi Bergabung di Dewan Komisaris BSI

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:28 WITA

Pejabat Bea Cukai lari usai diperiksa KPK

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:20 WITA

⚡ Tagihan Listrik Tiba-Tiba Melonjak? Warga Heboh, PLN Akhirnya Buka Suara!

Senin, 27 April 2026 - 16:24 WITA

PKB Sulut Gelar UKK Calon Ketua DPC: Uji Kepemimpinan Menuju Partai Modern dan Mandiri

Jumat, 17 April 2026 - 17:53 WITA

Dibawah Kepemimpinan Bupati Yusra, Bolmong Jadi Daerah Terpilih Kemenko untuk Sinkronisasi Program Nasional

Sabtu, 11 April 2026 - 13:41 WITA

WFH ASN Jangan Jadi “Hari Libur Terselubung”! Wamendagri Minta Publik Awasi, Siap-Siap Diviralkan Jika Bandel

Berita Terbaru

Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Ahmad Dedi, terekam kamera berlari meninggalkan Gedung KPK usai menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus suap impor, Jumat (8/5/2026). Momen tersebut menjadi perhatian publik setelah dirinya memilih irit bicara di hadapan awak media.

NASIONAL

Pejabat Bea Cukai lari usai diperiksa KPK

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:28 WITA