Prabowo Temui Megawati, Manuver Politik Sang Presiden Menyatukan Tiga Kekuatan Besar

Kamis, 10 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri duduk berdampingan dalam suasana hangat di Teuku Umar, Senin malam (7/4). Pertemuan keduanya dinilai sebagai manuver strategis menyatukan kekuatan politik nasional.

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri duduk berdampingan dalam suasana hangat di Teuku Umar, Senin malam (7/4). Pertemuan keduanya dinilai sebagai manuver strategis menyatukan kekuatan politik nasional.

JAKARTA, TimeNUSANTARA – Presiden terpilih Prabowo Subianto akhirnya melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada Senin malam (7/4), di kediaman Megawati di kawasan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

Pertemuan yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut disebut sebagai silaturahmi Idulfitri. Namun, substansi politik kental terasa dalam agenda itu. Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa pertemuan dilakukan secara tertutup dan sebagian besar hanya dihadiri Prabowo dan Megawati secara pribadi, meski sejumlah tokoh turut mendampingi Prabowo, seperti Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Seskab Letkol Teddy Indra.

Foto yang beredar menunjukkan keakraban keduanya. Prabowo tampak mengenakan kemeja safari, sementara Megawati tampil dalam balutan busana ungu bermotif bunga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengamat politik dari Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai pertemuan ini menjadi sinyal kuat upaya Prabowo membangun keseimbangan politik dengan mengajak seluruh tokoh nasional—termasuk Megawati, SBY, dan Jokowi—untuk duduk dalam satu meja kebangsaan.

“Prabowo tengah mencari formula agar selama pemerintahannya nanti, ia tetap bisa menerima masukan dari berbagai arah politik,” kata Agung.

Sementara itu, Jamiluddin Ritonga dari Universitas Esa Unggul menyebut langkah Prabowo sebagai bentuk politik akomodatif, upaya merangkul kekuatan besar agar tidak terjadi gesekan tajam dalam pemerintahan ke depan.

Menurutnya, Prabowo menyadari pentingnya menjaga relasi dengan Megawati agar tidak menimbulkan ketidakseimbangan, terutama karena kedekatannya dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming.

Meski demikian, sinyal bergabungnya PDIP ke dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) dinilai belum tampak jelas. Agung menyebut komunikasi ini baru tahap normalisasi pasca kerasnya rivalitas politik di Pilpres 2024.

Keputusan akhir PDIP, menurutnya, kemungkinan besar akan ditentukan pada Kongres PDIP mendatang.

“PDIP bisa saja tetap memilih sebagai mitra kritis dan strategis dari luar pemerintahan,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Jamiluddin yang menilai PDIP masih akan menjaga jarak, terutama terhadap Gibran.

“Prabowo ya, tapi Gibran tidak. Ini soal sikap politik yang belum selesai,” ungkapnya.

Kendati begitu, pertemuan ini diyakini bisa mencairkan suasana politik nasional. Tekanan hukum terhadap PDIP bisa berkurang, dan para kader partai merasa lebih aman.

Berita Terkait

Dibawah Kepemimpinan Bupati Yusra, Bolmong Jadi Daerah Terpilih Kemenko untuk Sinkronisasi Program Nasional
WFH ASN Jangan Jadi “Hari Libur Terselubung”! Wamendagri Minta Publik Awasi, Siap-Siap Diviralkan Jika Bandel
PKB Sulut Resmi Dikukuhkan, Siap Jadi Motor Perubahan dan Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Krisis BBM Lumpuhkan Transportasi di Filipina, Ribuan Pekerja Terpaksa Jalan Kaki Massal
Tokoh Muda Nasional Addin Jauharudin Resmi Bergabung di Dewan Komisaris BSI
Hari ke 19 Ramadan, Inilah Negara-Negara yang Berpuasa 24 Jam di Dunia
Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga
Ini Alasanya Toko Emas Berbondong-Bondong Ditutup Sementara

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:53 WITA

Dibawah Kepemimpinan Bupati Yusra, Bolmong Jadi Daerah Terpilih Kemenko untuk Sinkronisasi Program Nasional

Sabtu, 11 April 2026 - 13:41 WITA

WFH ASN Jangan Jadi “Hari Libur Terselubung”! Wamendagri Minta Publik Awasi, Siap-Siap Diviralkan Jika Bandel

Senin, 30 Maret 2026 - 19:43 WITA

PKB Sulut Resmi Dikukuhkan, Siap Jadi Motor Perubahan dan Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 23:45 WITA

Krisis BBM Lumpuhkan Transportasi di Filipina, Ribuan Pekerja Terpaksa Jalan Kaki Massal

Rabu, 18 Maret 2026 - 02:14 WITA

Tokoh Muda Nasional Addin Jauharudin Resmi Bergabung di Dewan Komisaris BSI

Berita Terbaru