Prabowo Beri Amnesti untuk Hasto, Sinyal Kuat Dua Kekuatan Bersatu

Sabtu, 2 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (Dok. Partai Gerindra)

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (Dok. Partai Gerindra)

POLITIK, TimeNUSANTARA – Hubungan politik antara Partai Gerindra dan PDI Perjuangan kian menunjukkan kemesraan. Sinyal kuat dua kekuatan besar ini bakal bersatu makin nyata setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan amnesti kepada Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, serta abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan, Thomas Lembong.

Keputusan ini bukan sekadar tindakan hukum biasa. Banyak pihak menilai, langkah Presiden Prabowo adalah manuver politik strategis untuk merangkul PDIP dalam satu barisan koalisi kebangsaan yang lebih solid. Pengamat politik bahkan menyebut ini sebagai “langkah besar menuju rekonsiliasi nasional”.

Pihak Istana menegaskan, keputusan Presiden membebaskan dua tokoh yang tersangkut kasus hukum tersebut diambil demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Meski perkara keduanya belum berkekuatan hukum tetap, Presiden diyakini mengambil kebijakan berdasarkan kepentingan yang lebih besar.

“Ini adalah bentuk penghormatan terhadap prinsip keadilan dan persamaan di mata hukum. Presiden ingin menunjukkan bahwa siapa pun warga negara, termasuk tokoh politik, tetap berhak atas perlakuan yang adil,” ujar Wakil Menteri Sekretaris Negara yang juga Juru Bicara Presiden, Juri Ardiantoro belum lama ini.

Juri menambahkan, amnesti untuk Hasto dan abolisi bagi Tom Lembong bukanlah bentuk intervensi terhadap proses hukum. Namun lebih kepada kebijakan negara dalam menjaga stabilitas sosial-politik di tengah dinamika nasional.

Langkah ini juga semakin menguatkan spekulasi bahwa PDIP akan bergabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, mempertemukan dua partai besar yang sebelumnya bersaing dalam kontestasi politik. Jika itu terjadi, maka koalisi besar antara Gerindra dan PDIP bisa menjadi kekuatan dominan dalam peta politik nasional lima tahun ke depan.

Berita Terkait

Prabowo Ajukan Tambahan APBN, Targetkan 70 Ribu Polhut di Tengah Perombakan Besar Jajaran Polri
WOW! Jubir KPK Diperiksa Polda Metro Jaya
Kursi Menkeu Berpindah dalam Hitungan Jam, Daerah Menanti: Benarkah APBD 2027 Bakal Kembali Normal?
Wakapolri Resmikan Modernisasi Fasilitas Akpol, Dapat Dukungan Penuh dari Para Alumni
Kepala BGN Dr. Sudaryono Perkuat Standar MBG, Wartawan Diminta Awasi Yayasan
Yopi Y. Latif Mantapkan Langkah ke PDI Perjuangan, Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pohuwato
Kabar Gembira, Tukin Prajurit TNI Resmi Naik
Minta Maaf ke Presiden, Febrie Siap Ungkap Fakta Sebenarnya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:21 WITA

Prabowo Ajukan Tambahan APBN, Targetkan 70 Ribu Polhut di Tengah Perombakan Besar Jajaran Polri

Senin, 14 September 2026 - 23:45 WITA

Kursi Menkeu Berpindah dalam Hitungan Jam, Daerah Menanti: Benarkah APBD 2027 Bakal Kembali Normal?

Minggu, 13 September 2026 - 16:25 WITA

Wakapolri Resmikan Modernisasi Fasilitas Akpol, Dapat Dukungan Penuh dari Para Alumni

Sabtu, 5 September 2026 - 22:36 WITA

Kepala BGN Dr. Sudaryono Perkuat Standar MBG, Wartawan Diminta Awasi Yayasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:10 WITA

Yopi Y. Latif Mantapkan Langkah ke PDI Perjuangan, Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pohuwato

Berita Terbaru