BOLMUT
Trending

Jokowi Diminta Turunkan Tim Invetigasi Periksa Kelayakan Mesin PLTU Sulut 1 Yang Diduga Susa Hidup Dan Tak Layak, Hingga Memakan 2 Korban Pekerja

BOLMUT, TimeNUSANTARA – Masyarakat Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) meminta kepada Presiden Jokowi untuk menurunkan tim investigasi khususnya bagian mesin di PLTU Sulut 1 yang saat ini dalam proses pengetesan kelayakan oprasional.

Hal itu dikatakan langsung tokoh masyarakat Bolmut Suratman Matili yang juga salah satu Aktifis Buruh kepada TIMENUSANTARA.COM, menyusul atas kejadian kecelakaan kerja terhadap dua orang pekerja saat disuruh menghidupkan salah satu mesin PLTU hingga alami luka bakar dibagian tubuh yang cukup serius hingga dirujuk ke RS Kandow Manado pada kamis (22/2/2024) kemarin.

Menurutnya, sesuai informasi dua pekerja yang alami kecelakaan kerja tersebut dipaksakan harus menghidupkan salah satu mesin dengan mengunakan alat foging dibagian ujung cerobong asap dibagian atas, hingga berujung terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan luka bakar yang cukup serius.

“Kalau to memang mesinya harus dipancing mengunakan alat foging dibagian cerobong atas berarti mesinya susa hidup, ini kan mesin baru kenapa harus lagi mengunakan alat bantu seperti foging dibagian ujung cerobing asapnya. Berarti mesinya tidak layak pakai,”ungkap suratman.

Berangkat dari itu Suratman Matili berspekulasi bahwa salah satu mesin di PLTU tidak sesuai spek. Sehingga dirinya meminta kepada presiden Jokowi yang kebetulan hari ini berada diwilayah Bolmong untuk mengunjungi PLTU Sulut 1 dan melihat serta menurunkan tim investigasi mengatasi persoalan tersebut.

“Hari ini Pak Jokowi ada diwilayah Bolmong untuk meresmikan Bendungan lolak jarak antara Bolmut dan Lolak hanya memakan waktu setengah jam, sehinga saya memintah pak Jokowi datang turun di PLTU Sulut 1 diwilayah Bolmut bersama tim yang mengetahui spek mesin, agar kami masyarakat tidak khawatir lagi jika mesin PLTU beroprasi nanti,”pinta Suratman.

Untuk diketahui Sebelumnya telah terjadi kecelakaan kerja di area PLTU Sulut 1 di wilayah desa Binjeita Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) diketahui Dua orang pekerja tersebut merupakan kariyawan supkon mitra kerja dari PT IKPT mengalami luka bakar serius pada kamis (22/2/2024) kemarin.

Berdasar informasi yang dihimpun TimeNUSANTARA.COM dari rekan kerjanya, kecelakaan kerja tersebut terjadi di area cerobong asap mesin PLTU. Dimana, sekitar pukul 10:05 WITA dua orang pekerja disuruh melakukan pemancingan mesin untuk dihidupkan dengan mengunakan alat foging pada ujung cerobong asap mesin dibagian atas.

Namun naas setelah mesin hidup seketika uap panas dari cerobong mesin keluar, dan dengan hitungan detik langsung menghantam dua pekerja dan mengakibatkan luka bakar yang cukup serius dibagian wajah dan tubuh lainya.

“Korban tersebut langsung dibawa ke puskesmas Bohabak untuk mendapatkan pertolongan pertama dan kemudian 2 orang korban dirujuk ke RS Kandow Manado untuk penangan medis dan perawatan lebih lanjut,”ungkap rekan kerjanya yang engan dituliskan namanya itu.

Kedua korban yang mengalami luka bakar tersebut adalah Hendri (23) tahun dan Siswanto (34) tahun
Sementara itu pasca terjadinya kecelakaan kerja di wilayah PlTU Binjeita selang 2 jam kejadian terpantau banyak personil polres Bolmut yang berada lokasi kecelakaan kerja.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak PLTU Binjeita terkait kecelakaan tersebut bisa terjadi. Apakah hal itu diakibatkan kelalaian dari pihak perusahan???? Kita tunggu saja penjelasanya.

 

Tim Timenusantara.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!