Ini Alasanya Toko Emas Berbondong-Bondong Ditutup Sementara

Senin, 2 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi AI

Gambar ilustrasi AI

EKONOMI, TimeNUSANTARA — Ekonomi Global, 2 Maret 2026 terlihat sejumlah pedagang emas di beberapa negara Asia melaporkan penutupan sementara aktivitas jual beli emas di tengah gejolak geopolitik yang terus meningkat akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kondisi ini berimbas pada tingginya volatilitas harga emas dan ketidakpastian pasar yang membuat beberapa toko emas menangguhkan sementara perdagangan emas batangan.

Toko Emas Hentikan Penjualan Emas Batangan

Di Thailand, tiga toko emas besar — Hua Seng Heng, Mae Thong Suk, dan YLG Group — mengumumkan penutupan sementara penjualan emas batangan. Pengumuman tersebut dikeluarkan karena harga emas global yang sangat fluktuatif akibat eskalasi serangan militer antara Israel dan AS terhadap Iran, serta keputusan pasar luar negeri yang belum memberikan reference price saat penutupan pekan.

Salah satu pemberitahuan di media sosial menjelaskan bahwa karena harga emas berubah sangat cepat dan pasar luar negeri tutup, toko tidak mampu menetapkan harga jual yang stabil, sehingga layanan jual emas batangan dihentikan hingga pasar global kembali normal. Aktivitas lain seperti pembelian kembali (buyback), gadai, atau penebusan tetap berjalan sebagaimana biasa.

Ketidakpastian Harga Global Picu Kepanikan Pasar

Situasi ini terjadi di tengah lonjakan harga emas di pasar dunia. Menurut laporan keuangan internasional, harga emas spot dunia mendekati level tertinggi lebih dari dua bulan karena investor mencari aset yang disebut sebagai safe haven (tempat aman) di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.

Konflik Iran–Israel telah mendorong investor global berbondong-bondong membeli emas sebagai perlindungan terhadap risiko pasar yang tinggi, sehingga mendorong harga naik dan menciptakan ketidakpastian bagi pedagang ritel.

Perang Global dan Risiko Jalur Energi

Ketegangan geopolitik ini juga berdampak lebih luas terhadap pasar energi dan komoditas global. Misalnya, jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz menjadi sorotan karena potensi gangguan distribusi energi dunia. Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi secara global telah mendorong harga minyak dan logam mulia melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.

Respon Pedagang: Menunggu Kepastian Harga

Pengelola toko emas yang menangguhkan perdagangan menjelaskan bahwa mereka memilih menunggu pasar global membuka kembali harga acuan dan volatilitas menurun sebelum melanjutkan transaksi normal. Keputusan ini dianggap sebagai langkah untuk menghindari kerugian besar yang bisa terjadi jika harga terus berubah tanpa acuan yang stabil.

En.thairath.co.th (sumber berita)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Kenali Coretax: Cara UMKM Beradaptasi dengan Sistem Pajak Digital
Mengenal Peran Audit Internal dalam Mengawal BLT Dana Desa
Prabowo Ajukan Tambahan APBN, Targetkan 70 Ribu Polhut di Tengah Perombakan Besar Jajaran Polri
WOW! Jubir KPK Diperiksa Polda Metro Jaya
Kursi Menkeu Berpindah dalam Hitungan Jam, Daerah Menanti: Benarkah APBD 2027 Bakal Kembali Normal?
Wakapolri Resmikan Modernisasi Fasilitas Akpol, Dapat Dukungan Penuh dari Para Alumni
Kepala BGN Dr. Sudaryono Perkuat Standar MBG, Wartawan Diminta Awasi Yayasan
Kabar Gembira, Tukin Prajurit TNI Resmi Naik

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:55 WITA

Kenali Coretax: Cara UMKM Beradaptasi dengan Sistem Pajak Digital

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:44 WITA

Mengenal Peran Audit Internal dalam Mengawal BLT Dana Desa

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:21 WITA

Prabowo Ajukan Tambahan APBN, Targetkan 70 Ribu Polhut di Tengah Perombakan Besar Jajaran Polri

Rabu, 30 September 2026 - 07:58 WITA

WOW! Jubir KPK Diperiksa Polda Metro Jaya

Senin, 14 September 2026 - 23:45 WITA

Kursi Menkeu Berpindah dalam Hitungan Jam, Daerah Menanti: Benarkah APBD 2027 Bakal Kembali Normal?

Berita Terbaru