BOLTARA, TimeNUSANTARA — Ketika sejumlah titik permukiman di Desa Nagara mulai kesulitan mendapatkan air minum, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mopopiana tidak menunggu lama untuk bertindak. Bersama Pemerintah Desa Nagara, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, BUMDes ini turun langsung menyalurkan bantuan air minum kepada masyarakat yang terdampak, Senin (7/9/2026).
Yang membuat langkah ini istimewa bukan sekadar kecepatan responsnya, melainkan bagaimana pengurus BUMDes Mopopiana ikut turun ke lapangan, memastikan sendiri bahwa setiap bantuan benar-benar sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Proses penyaluran pun berjalan tertib berkat pendampingan penuh dari Pemerintah Desa Nagara.
Sofyan Supit: “Air Adalah Kebutuhan yang Tidak Bisa Ditunda”
Di balik gerak cepat ini, ada sosok Sofyan Supit, Ketua BUMDes Mopopiana, yang menegaskan bahwa langkah tersebut lahir dari komitmen nyata BUMDes terhadap masyarakat desa. Baginya, keberadaan BUMDes tidak boleh berhenti pada urusan ekonomi semata — ada tanggung jawab sosial yang harus dijawab ketika warga menghadapi situasi mendesak.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat. Air minum adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Ketika stok di beberapa titik terbatas, kami berupaya mengambil langkah cepat untuk membantu meringankan kebutuhan warga,” ungkap Sofyan.
Ketegasan dan kepekaan Sofyan dalam membaca kebutuhan warga inilah yang membuat BUMDes Mopopiana bergerak lebih dulu, sebelum persoalan air bersih berkembang menjadi krisis yang lebih besar.
Dana Sosial BUMDes, Bukti Anggaran yang Tepat Sasaran
Sofyan menjelaskan bahwa bantuan ini bersumber dari dana sosial yang memang disiapkan BUMDes Mopopiana untuk situasi semacam ini — bukti bahwa pengelolaan keuangan BUMDes di bawah kepemimpinannya tidak hanya berorientasi pada keuntungan usaha, tetapi juga disiapkan untuk kepentingan sosial warga.
“Untuk sumber anggarannya, bantuan air minum ini berasal dari dana sosial BUMDes. Kami memang memiliki dana sosial yang salah satunya dapat digunakan untuk membantu masyarakat ketika ada kebutuhan seperti ini,” jelasnya.
Tidak berhenti di situ, Sofyan juga memastikan bantuan ini berkelanjutan. BUMDes Mopopiana telah merencanakan penyaluran total 150 galon air minum bagi masyarakat Desa Nagara.
“Untuk bantuan ini, kami rencanakan ada sekitar 150 gelong yang akan dibagikan kepada masyarakat. Kami berharap bantuan tersebut bisa membantu memenuhi kebutuhan warga, terutama di tengah kondisi stok air minum yang terbatas,” katanya.
Harapannya sederhana namun tulus: BUMDes yang ia pimpin ingin benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, bukan hanya lewat neraca usaha, tapi lewat kehadiran nyata di saat-saat sulit.
“Kami ingin keberadaan BUMDes benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bukan hanya dari sisi usaha dan ekonomi desa, tetapi juga melalui kepedulian sosial,” tambahnya.
Apresiasi Datang dari Pemerintah Desa
Kepala Desa Nagara, Abdul Ngadi, turut memberikan apresiasi tinggi atas kecepatan dan kepedulian yang ditunjukkan BUMDes Mopopiana. Menurutnya, sinergi seperti inilah yang dibutuhkan untuk menjawab persoalan kebutuhan dasar warga secara efektif.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada BUMDes Mopopiana yang telah menunjukkan kepedulian dan bergerak cepat membantu masyarakat. Ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik antara BUMDes dan pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan warga,” ujar Abdul Ngadi.
Ia menilai aksi ini bukan sekadar soal air yang dibagikan, tetapi cerminan semangat gotong royong yang masih hidup di Desa Nagara, dan berharap kolaborasi dengan BUMDes Mopopiana terus berlanjut lewat program-program lain ke depannya.
Lebih dari Sekedar Bantuan Air
Kisah ini menegaskan satu hal: di tangan kepemimpinan yang peka dan responsif seperti Sofyan Supit, BUMDes bisa menjadi lebih dari sekadar lembaga usaha desa. Ia bisa menjadi garda terdepan yang hadir saat warga membutuhkan, membuktikan bahwa kepedulian sosial dan keberhasilan ekonomi desa bisa berjalan beriringan.
150 galon air minum yang disalurkan BUMDes Mopopiana mungkin terlihat sederhana, tetapi pesannya besar: ketika warga membutuhkan, kepedulian tidak cukup hanya diucapkan — ia harus diwujudkan lewat aksi nyata dan cepat.
(Fadlan Ibunu)










