BOLMUT, TimeNUSANTARA — Konsistensi Anggota DPRD Bolaang Mongondow Utara, Sutrisno Van Gobel, S.E., dalam mengawal aspirasi masyarakat membuahkan hasil. Laporan warga terkait kerusakan badan jalan akibat gerusan aliran sungai di Desa Saleo Satu dan Saleo Induk, Kecamatan Bolang Itang Timur, kini direspons cepat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Bolmut yang langsung turun melakukan survei dan pengukuran di lokasi.
Sutrisno diketahui sebelumnya telah lebih dulu turun meninjau langsung kondisi jalan yang terancam erosi tersebut, sebelum mendorong Dinas PUTR untuk melakukan tindak lanjut teknis. Pada peninjauan kali ini, ia kembali turun bersama jajaran Dinas PU untuk memastikan titik-titik kerusakan benar-benar terpetakan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Alhamdulillah, laporan yang sebelumnya kami sampaikan sudah mendapat tindak lanjut dari pemerintah daerah melalui Dinas PUTR Hari ini kami turun bersama-sama untuk melihat langsung kondisi sekaligus melakukan survei dan pengukuran di lokasi,” ujar Sutrisno.
Politisi yang dikenal aktif turun langsung ke tengah masyarakat ini menegaskan, peninjauan lapangan bukan sekadar seremoni, melainkan langkah untuk memastikan data yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan riil warga mengingat lokasi kerusakan berada di sekitar aliran sungai dan berdekatan dengan akses jalan pertanian yang setiap hari digunakan petani setempat.
“Saya tentu mengapresiasi respons dari Dinas PUTR. Bagi saya, yang paling penting bukan siapa yang paling banyak bicara, tetapi bagaimana laporan dan aspirasi masyarakat bisa ditindaklanjuti. Hari ini kita sudah melihat satu langkah konkret, yaitu survei dan pengukuran,” katanya.
Ia menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga tuntas, memastikan hasil survei tidak berhenti sebagai data administratif semata, melainkan benar-benar menjadi dasar penanganan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kita berharap hasil pengukuran ini tidak berhenti sebagai data saja. Mudah-mudahan bisa menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan, sehingga akses masyarakat dan petani tetap aman dan dapat digunakan dengan baik,” harapnya.
Sutrisno juga menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar menerima keluhan, tetapi mengawal setiap persoalan hingga ada solusi nyata.
“Kitorang tidak datang hanya untuk mengeluh. Kalau ada persoalan masyarakat, kita sampaikan, kita lihat bersama, kemudian kita kawal tindak lanjutnya. Pemerintah juga punya keterbatasan, sehingga yang kita dorong adalah bagaimana kebutuhan yang paling mendesak bisa mendapatkan perhatian dan masuk dalam skala prioritas,” tegasnya.
Ia berharap penanganan jalan yang terancam erosi tersebut bisa segera masuk dalam program prioritas pembangunan daerah, sesuai kajian teknis dan kemampuan anggaran, guna mencegah kerusakan yang lebih parah di kemudian hari.
“Kalau bisa ditangani lebih awal, tentu lebih baik. Jangan sampai kerusakannya semakin parah, kemudian biaya penanganannya menjadi lebih besar dan akses masyarakat semakin terganggu,” pungkasnya.
Kitorang kerja, rakyat musti rasa.
Fadlan Ibunu










