Politisi Golkar Sebut Rp.335 Triliun Dana Desa Tak Ada Hasil, Ini Jawaban Mendes

Rabu, 29 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMENUSANTARA, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Ridwan Bae menegur Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar soal belum optimalnya pembangunan desa. Padahal, kata dia, pemerintah sudah menggelontorkan dana ratusan triliun Rupiah untuk Dana Desa.

“Masa uang Rp 335 triliun itu desa kita masih seperti itu adanya, masih biasa-biasa saja,” kata dia dalam rapat kerja dengan Kementerian Desa PDTT di Gedung DPR, Selasa, (28/11/2023) kemrain.

Politikus Partai Golkar itu mengaku heran karena hanya melihat sedikit saja perkembangan yang dialami oleh desa di Indonesia. Menurut dia, perkembangan yang nampak hanya pada sektor infrastruktur jalan dan belum ada yang signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalaupun ada perubahan yang kecil-kecil aja, seperti jalan desa itu, kalau di pulau-pulau ada paving-paving block, ini perlu dicermati betul,” kata dia.

Dana Rp 335 triliun yang dimaksud Ridwan adalah Dana Desa yang telah digelontorkan pemerintah selama 5 tahun sejak program Dana Desa diadakan. Menurut dia, setiap tahun rata-rata pemerintah menganggarkan untuk Dana Desa sebanyak Rp 71 triliun. Sehingga dalam 5 tahun, total dana desa yang sudah tersalurkan sebanyak Rp 335 triliun.

Ridwan menduga terdapat sejumlah masalah yang membuat Dana Desa belum optimal, salah satunya mengenai kebocoran. Dia mengatakan untuk mencairkan Dana Desa, seringkali Kepala Desa harus memberikan sejumlah dana. “Konon kabarnya ya, saya tidak boleh menuduh,” kata dia.

Seusai rapat, Abdul Halim menyangkal bahwa Dana Desa belum memberikan dampak terhadap pembangunan Desa. Menurut dia, apabila diamati lebih seksama perkembangan di desa-desa Indonesia cukup signifikan. “Sebenarnya kalau diukur dari kondisi sebelumnya, sebenarnya sangat signifikan,” kata dia.

Selain itu, kata dia, progres pembangunan desa di Indonesia juga bisa dibandingkan dengan negara lain di Asean. Dia bilang Dana Desa di Indonesia adalah yang paling besar dibandingkan negara Asean lainnya.

“Kita punya namanya Asean Village Network, jadi desa desa Asean kita bangun jejaring. Itu dana desanya yang paling besar Indonesia, Indonesia bisa cerita banyak, mereka pada bengong,” kata dia.

 

Redaksi

 

 

 

Berita Terkait

Tampil Kompak di Safari Ramadhan Pemprov Sulut, Bupati Yusra dan Wabup Dony Perkuat Silaturahmi
Hari ke 19 Ramadan, Inilah Negara-Negara yang Berpuasa 24 Jam di Dunia
Satreskrim Polres Bolmut Lakukan Trauma Healing, Dampingi Pemulihan Psikologis Anak Korban
Belanja Lebaran? Ka Pasar Senggol Boroko Jo, UMKM Lokal So Siap Layani Warga
Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga
Wabup MAP Tegaskan RKPD 2027 Wajib Tepat Sasaran dan Menjawab Kebutuhan Rakyat Boltara
Bupati Boltara Tegaskan Profesionalisme Sangadi Kuala untuk Pemerintahan Desa yang Berintegritas
SJL-MAP Tebar Berkah di Bolangitang

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:29 WITA

Tampil Kompak di Safari Ramadhan Pemprov Sulut, Bupati Yusra dan Wabup Dony Perkuat Silaturahmi

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:07 WITA

Hari ke 19 Ramadan, Inilah Negara-Negara yang Berpuasa 24 Jam di Dunia

Senin, 9 Maret 2026 - 21:06 WITA

Satreskrim Polres Bolmut Lakukan Trauma Healing, Dampingi Pemulihan Psikologis Anak Korban

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:26 WITA

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:57 WITA

Wabup MAP Tegaskan RKPD 2027 Wajib Tepat Sasaran dan Menjawab Kebutuhan Rakyat Boltara

Berita Terbaru