Polda Sulut Gagalkan Pengiriman Emas Hasil Pertambangan Ilegal

Jumat, 26 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HUKRIM, TimeNUSANTARAPengiriman emas hasil pertambangan ilegal dengan berat 10 kg, diungkap Direktorat Reskrimsus Polda Sulawesi Utara. Pengiriman tersebut digagalkan penyidik Unit II Subdit IV Tipiter.

Kapolda Sulut Irjen Pol Yudhiawan mengatakan, anggota telah menangkap tiga tersangka pelaku tindak pidana pertambangan.

“Ketiga tersangka tersebut berinisial masing-masing perempuan LS (58), lelaki MR (35) dan RH (36), diamankan pada hari Selasa, 23 April 2024 kemarin sekitar pukul 12.15 Wita di Bandara Sam Ratulangi Manado,” ujar Kapolda Sulut didampingi Kabid Humas Kombes Pol Michael Irwan Thamsil dan Dirreskrimsus Kombes Pol Ganda Saragih.

Para tersangka kedapatan petugas akan melakukan pengiriman batangan emas yang diduga dari hasil pertambangan emas ilegal yang berada di wilayah Sulawesi Utara, melalui Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado, yang kemudian batangan-batangan emas tersebut akan dijual kembali di wilayah Surabaya.

“Berdasarkan laporan masyarakat, pada hari Selasa, 23 April 2024 sekitar pukul 12.15 Wita, Anggota Unit II Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulut melaksanakan penyelidikan dan menemukan 19 batang emas dengan berat kurang lebih 10 kilogram, yang telah dikemas dengan rapi dan diisi ke dalam 1 buah ransel berwarna hitam dilengkapi dengan kunci gembok, di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado,” lanjutnya.

Ketiga tersangka bersama barang bukti 19 batang emas dengan berat kurang lebih 10 kilogram dan sejumlah barang bukti peralatan pengolahan emas langsung diamankan ke Mapolda Sulut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Para tersangka dikenakan Pasal 161 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah),” pungkas Irjen Pol Yudhiawan.

 

Fadlan Ibunu

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Jalan Rp27,6 Miliar Cepat Rusak, Dugaan Persekongkolan BPJN Sulut dan Perusahaan Patut Diusut
Diduga Dibiarkan BPJN, Kualitas Tampalan Aspal Proyek Rp27 Miliar di Perbatasan Sulut-Gorontalo Tak Sesuai Spek
Misterius! Proyek Diduga Pemprov Sulut di Kuala Utara Bolmut Diduga Menyalahi Aturan
Mengenal Sosok Brigjen Pol Yudho Hermanto, Kapolda Sulut yang Baru
Komite Sekolah dan Dana BOS: Menjawab Banyaknya Keluhan Orang Tua/Wali Murid di Sejumlah Sekolah di Sulawesi Utara
Dari Sulut ke Panggung Nasional, Hamjan Ahmad Buktikan SMAN 1 Bolangitang Bolmut Mampu Cetak Siswa Berprestasi
Kominfo Boltara Sampaikan Klarifikasi Resmi Terkait Isu Paskibraka 2026
Penagung Jawab Tokoh Margaretha Cabut Tuduhan “Komplotan”, Minta Maaf kepada Viktor Posangi dan Ibu Fenty

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:00 WITA

Jalan Rp27,6 Miliar Cepat Rusak, Dugaan Persekongkolan BPJN Sulut dan Perusahaan Patut Diusut

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:56 WITA

Diduga Dibiarkan BPJN, Kualitas Tampalan Aspal Proyek Rp27 Miliar di Perbatasan Sulut-Gorontalo Tak Sesuai Spek

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:04 WITA

Misterius! Proyek Diduga Pemprov Sulut di Kuala Utara Bolmut Diduga Menyalahi Aturan

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:18 WITA

Mengenal Sosok Brigjen Pol Yudho Hermanto, Kapolda Sulut yang Baru

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:53 WITA

Komite Sekolah dan Dana BOS: Menjawab Banyaknya Keluhan Orang Tua/Wali Murid di Sejumlah Sekolah di Sulawesi Utara

Berita Terbaru