Harga Sawit di Buol Jauh di Bawah Ketetapan, Petani Keluhkan Koperasi/Loket PLJ

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil bermuatan sawit saat diangkutan mengunakan picup untuk dijual. Gambar/Doc: Eman Tontik

Mobil bermuatan sawit saat diangkutan mengunakan picup untuk dijual. Gambar/Doc: Eman Tontik

BUOL, TimeNUSANTARA — Petani kelapa sawit di Kabupaten Buol mengeluhkan harga tandan buah segar (TBS) yang dibeli oleh koperasi atau loket PLJ karena dinilai jauh di bawah harga resmi yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Berdasarkan ketetapan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, harga TBS sawit berada di kisaran Rp3.064 per kilogram. Namun di lapangan, petani mengaku hasil panen mereka hanya dibeli sekitar Rp2.500 per kilogram, sehingga terjadi selisih harga lebih dari Rp500 yang langsung berdampak pada pendapatan petani.

“Belum pernah kami menjual sawit dengan harga tiga ribu lebih. Selalu dibeli di bawah harga ketetapan,” ujar seorang petani, Selasa (6/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petani menilai praktik tersebut sangat merugikan, terutama bagi petani kecil yang menggantungkan penghasilan dari sawit untuk biaya perawatan kebun dan kebutuhan rumah tangga. Mereka juga mengaku tidak memiliki banyak pilihan tempat menjual sawit sehingga terpaksa bergantung pada koperasi atau loket tertentu.

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa koperasi atau loket PLJ tidak mengacu pada harga resmi pemerintah. Petani pun meminta Pemerintah Daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan, klarifikasi, serta penindakan agar harga TBS dibeli sesuai ketetapan dan tidak merugikan petani.

Petani berharap ada pengawasan yang lebih ketat, transparansi harga di tingkat lapangan, serta penegakan aturan terhadap pihak yang membeli sawit di bawah harga ketetapan agar keadilan bagi petani dapat terwujud.

 

Peliput: Eman Tontik

Berita Terkait

Diduga Dibekingi, Tambang Ilegal Kilo 16 Desa Busak Beroperasi Bebas Tanmpa Hambatan
PT PLJ Diduga Cemari Lingkungan Sekitar, Dan Tak Taat Aturan

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:30 WITA

Diduga Dibekingi, Tambang Ilegal Kilo 16 Desa Busak Beroperasi Bebas Tanmpa Hambatan

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:31 WITA

PT PLJ Diduga Cemari Lingkungan Sekitar, Dan Tak Taat Aturan

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:10 WITA

Harga Sawit di Buol Jauh di Bawah Ketetapan, Petani Keluhkan Koperasi/Loket PLJ

Berita Terbaru

Pemda Boltara menggenjot pelaksanaan program BSPS 2026 dengan fokus pada ketepatan sasaran dan dampak ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

BOLMUT

537 Rumah Layak Huni di Boltara Siap Dibangun

Rabu, 15 Apr 2026 - 13:47 WITA