BUOL, TimeNUSANTARA — Petani kelapa sawit di Kabupaten Buol mengeluhkan harga tandan buah segar (TBS) yang dibeli oleh koperasi atau loket PLJ karena dinilai jauh di bawah harga resmi yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Berdasarkan ketetapan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, harga TBS sawit berada di kisaran Rp3.064 per kilogram. Namun di lapangan, petani mengaku hasil panen mereka hanya dibeli sekitar Rp2.500 per kilogram, sehingga terjadi selisih harga lebih dari Rp500 yang langsung berdampak pada pendapatan petani.
“Belum pernah kami menjual sawit dengan harga tiga ribu lebih. Selalu dibeli di bawah harga ketetapan,” ujar seorang petani, Selasa (6/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petani menilai praktik tersebut sangat merugikan, terutama bagi petani kecil yang menggantungkan penghasilan dari sawit untuk biaya perawatan kebun dan kebutuhan rumah tangga. Mereka juga mengaku tidak memiliki banyak pilihan tempat menjual sawit sehingga terpaksa bergantung pada koperasi atau loket tertentu.
Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa koperasi atau loket PLJ tidak mengacu pada harga resmi pemerintah. Petani pun meminta Pemerintah Daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan, klarifikasi, serta penindakan agar harga TBS dibeli sesuai ketetapan dan tidak merugikan petani.
Petani berharap ada pengawasan yang lebih ketat, transparansi harga di tingkat lapangan, serta penegakan aturan terhadap pihak yang membeli sawit di bawah harga ketetapan agar keadilan bagi petani dapat terwujud.
Peliput: Eman Tontik











