PT Brantas Abipraya Perkuat Kompetensi SDM Konstruksi Nasional, Dukung Proyek Strategis Pendidikan dan Kesehatan

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Brantas Abipraya

Foto: Brantas Abipraya

JAKARTA, TimeNUSANTARA – Komitmen PT Brantas Abipraya (Persero) dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur berkualitas kembali ditunjukkan melalui dukungannya terhadap peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi nasional. BUMN konstruksi tersebut berkolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) II Palembang Kementerian Pekerjaan Umum dalam penyelenggaraan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Strategis Jenjang 1 hingga 3 pada Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan sertifikasi yang dilaksanakan secara langsung di lokasi proyek pada 21 Mei 2026 lalu itu diikuti sekitar 300 pekerja konstruksi dari berbagai bidang keahlian. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia konstruksi sekaligus mendukung percepatan pembangunan proyek-proyek strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah.

Peserta sertifikasi berasal dari berbagai profesi konstruksi, mulai dari kepala tukang bangunan gedung, mandor konstruksi, tukang besi beton, tukang cat bangunan, tukang kayu konstruksi, pemasang rangka baja ringan hingga pemasang ubin dan keramik.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, kepada media ini jumat (29/5/2026) menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi dan material yang baik, tetapi juga oleh kemampuan serta profesionalisme tenaga kerja yang terlibat di lapangan.

“Brantas Abipraya berkomitmen mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi melalui program sertifikasi yang sesuai dengan standar nasional. Dengan SDM yang kompeten, kualitas pembangunan dapat terjaga sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program prioritas pemerintah memiliki dampak sosial yang besar sehingga membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai standar agar target mutu, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu penyelesaian proyek dapat tercapai secara optimal.

Komitmen Brantas Abipraya dalam meningkatkan kualitas SDM konstruksi juga sejalan dengan peran perusahaan dalam berbagai proyek strategis nasional lainnya. Selain terlibat dalam pembangunan infrastruktur pendidikan, perusahaan saat ini juga dipercaya membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat di daerah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Indro Pantja Pramodo, menegaskan bahwa sektor konstruksi memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menyebut sektor konstruksi menyumbang sekitar 10,96 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 8,5 juta tenaga kerja. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai standar kualitas yang ditetapkan.

Menurut Indro, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi mewajibkan setiap tenaga kerja konstruksi memiliki sertifikat kompetensi sebagai bentuk jaminan mutu pembangunan.

Pemerintah turut memberikan apresiasi atas sinergi yang dibangun antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Brantas Abipraya dalam pelaksanaan sertifikasi berbasis lokasi proyek (onsite). Metode tersebut dinilai efektif karena mampu meningkatkan jumlah tenaga kerja tersertifikasi tanpa menghambat progres pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan data Kementerian PU, pembangunan infrastruktur nasional pada 2026 diperkirakan membutuhkan lebih dari 37 ribu tenaga kerja konstruksi, termasuk lebih dari 13 ribu pekerja yang akan terlibat pada sektor prasarana strategis seperti pembangunan Sekolah Rakyat.

Melalui berbagai program peningkatan kapasitas SDM dan keterlibatan aktif dalam proyek-proyek strategis nasional, PT Brantas Abipraya kembali menegaskan posisinya sebagai BUMN konstruksi yang tidak hanya fokus membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Penulis/editor: Fadlan Ibunu

Berita Terkait

Bupati Sirajudin Gandeng Menteri ATR/BPN Percepat Kemajuan Pertanian di Boltara
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Resmi Kepulangan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2026
Pejabat Bea Cukai lari usai diperiksa KPK
⚡ Tagihan Listrik Tiba-Tiba Melonjak? Warga Heboh, PLN Akhirnya Buka Suara!
Dibawah Kepemimpinan Bupati Yusra, Bolmong Jadi Daerah Terpilih Kemenko untuk Sinkronisasi Program Nasional
WFH ASN Jangan Jadi “Hari Libur Terselubung”! Wamendagri Minta Publik Awasi, Siap-Siap Diviralkan Jika Bandel
PKB Sulut Resmi Dikukuhkan, Siap Jadi Motor Perubahan dan Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Krisis BBM Lumpuhkan Transportasi di Filipina, Ribuan Pekerja Terpaksa Jalan Kaki Massal

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:38 WITA

Bupati Sirajudin Gandeng Menteri ATR/BPN Percepat Kemajuan Pertanian di Boltara

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:59 WITA

Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Resmi Kepulangan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2026

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:50 WITA

PT Brantas Abipraya Perkuat Kompetensi SDM Konstruksi Nasional, Dukung Proyek Strategis Pendidikan dan Kesehatan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:28 WITA

Pejabat Bea Cukai lari usai diperiksa KPK

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:20 WITA

⚡ Tagihan Listrik Tiba-Tiba Melonjak? Warga Heboh, PLN Akhirnya Buka Suara!

Berita Terbaru