PLTU Indonesia Tetap Beroperasi dengan Penghijauan dan Dukung Swasembada Pangan Untuk Warga Terdampak

Sabtu, 25 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia  saat diwawancarai awak media. Gambar/Doc

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat diwawancarai awak media. Gambar/Doc

JAKARTA, TimeNUSANTARA – Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah besar dalam transisi energi yang lebih ramah lingkungan. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mengungkapkan bahwa meski rencana suntik mati Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tengah digulirkan, tetapi upaya ini tidak berarti menutup total operasional PLTU yang ada. Sebagai gantinya, pemerintah berfokus pada upaya penghijauan PLTU dengan memanfaatkan biomassa, yakni senyawa organik dari bahan-bahan seperti tanaman pertanian dan sampah organik.

“Penghijauan PLTU ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi. Kami tidak bisa langsung menghentikan operasional PLTU yang menggunakan batu bara ka Prena akan berdampak besar pada pasokan listrik. Oleh karena itu, biomassa menjadi solusi jangka pendek yang ramah lingkungan dan dapat diterapkan di sejumlah pembangkit listrik,” ujar Handoko di Jakarta pada 22 Januari 2025.

Di samping penghijauan energi, Handoko juga menekankan pentingnya pengembangan energi nuklir sebagai alternatif jangka panjang. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mempersiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dengan target pengoperasian pertama di Indonesia antara tahun 2030 hingga 2034. Langkah ini bertujuan untuk mendukung ketahanan energi nasional serta mendukung swasembada energi yang ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya soal energi, BRIN juga berkomitmen untuk mendukung swasembada pangan sebagai bagian dari agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo. Handoko menambahkan bahwa BRIN berfokus pada pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan yang berkelanjutan, di mana sektor pertanian menjadi bagian integral dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Lebih jauh, Handoko menjelaskan bahwa penghijauan PLTU dengan biomassa juga akan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat di sekitar pembangkit listrik. Seiring dengan upaya transisi energi ini, pemberian bantuan kepada masyarakat sekitar PLTU akan terus didorong untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, sekaligus memberikan dukungan terhadap program swasembada pangan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa sementara PLTU yang sudah pensiun dini akan dihentikan operasionalnya, PLTU yang masih beroperasi akan tetap mempertimbangkan fase penghijauan dan transisi menuju energi bersih. Salah satu contohnya adalah PLTU Cirebon-1 yang tengah menjalani kajian untuk pensiun dini.

Pemerintah berkomitmen agar transisi energi yang dilakukan tidak merusak lingkungan, serta mendukung keberlanjutan energi dan ketahanan pangan untuk kesejahteraan masyarakat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong terciptanya masa depan yang lebih hijau dan mandiri bagi Indonesia.

Berita Terkait

Hari ke 19 Ramadan, Inilah Negara-Negara yang Berpuasa 24 Jam di Dunia
Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga
Ini Alasanya Toko Emas Berbondong-Bondong Ditutup Sementara
Di Bawah Kepemimpinan Sirajudin–Aditya, Boltara Kembali Raih Penghargaan Nasional atas Penguatan Akses Bantuan Hukum Desa
Bela Keadilan Rakyat hingga Pelosok, Kepedulian Pemkab Bolmong Berbuah Penghargaan Nasional
Anggota DPRD Bolmong Amri Modeong Gaspol Perjuangkan Aspirasi Warga
THR ASN 2026 Cair Awal Ramadan, Ini Jadwal dan Estimasi Besarannya per Golongan
Gubernur Terkaya di Indonesia! Harta Sherly Tjoanda Tembus Rp972 Miliar, Punya 212 Aset Properti

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 14:07 WITA

Hari ke 19 Ramadan, Inilah Negara-Negara yang Berpuasa 24 Jam di Dunia

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:26 WITA

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga

Senin, 2 Maret 2026 - 00:41 WITA

Ini Alasanya Toko Emas Berbondong-Bondong Ditutup Sementara

Kamis, 26 Februari 2026 - 23:11 WITA

Di Bawah Kepemimpinan Sirajudin–Aditya, Boltara Kembali Raih Penghargaan Nasional atas Penguatan Akses Bantuan Hukum Desa

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:54 WITA

Bela Keadilan Rakyat hingga Pelosok, Kepedulian Pemkab Bolmong Berbuah Penghargaan Nasional

Berita Terbaru

Bupati Boltara Sirajudin Lasena saat memimpin dan menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Mapolres Boltara sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan mudik Lebaran.

ADVETORIAL

Bupati Sirajudin Lasena Pastikan Mudik Lebaran di Boltara Aman

Kamis, 12 Mar 2026 - 23:15 WITA