BOLTARA, TimeNUSANTARA — Di tengah tekanan inflasi dan keterbatasan anggaran daerah, Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev, terus membuktikan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari ketulusan. Bukan membangun proyek megah, melainkan rumah sederhana yang menghidupkan harapan rakyat kecil.
Setelah sebelumnya menyerahkan bantuan rumah layak huni (RLH) di Kecamatan Sangkub, kali ini Bupati Sirajudin kembali menyalurkan lima unit RLH di Kecamatan Bolangitang Barat dan Bolangitang Timur, Selasa (14/10/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lima penerima manfaat, yakni Ronny Mananggung (Mokoditek), Umar Lauma (Nunuka), Andri Hiber Pontoh (Iyok), Samin Piola (Keimanga), dan Kudu Daniali (Paku Selatan), merasa bahagia saat kunci rumah mereka diserahkan langsung oleh sang bupati. Suasana haru bahagia menyelimuti seluruh hadirin, menandakan betapa berarti bantuan itu di tengah kesederhanaan hidup mereka.
“Program ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi tentang menghadirkan keadilan sosial. Pemerintah harus hadir untuk mereka yang paling membutuhkan,” ujar Bupati Sirajudin.
Bupati juga berpesan agar rumah tersebut dijaga dengan rasa syukur.
“Jadikan tempat ini bukan sekedar tempat berteduh, tapi tempat berdoa dan membangun kehidupan baru yang lebih baik,” ucapnya Bupati.
Untuk diketahui, program RLH ini merupakan bagian dari Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang dijalankan oleh Dinas Perkimtan bekerja sama dengan Kodim 1303/BM. Dukungan TNI dan semangat gotong royong masyarakat menjadi fondasi utama program ini.
Sehari sebelumnya juga, di Desa Busisingo, Kecamatan Sangkub, lansia berusia 72 tahun Ibu Jusran Mokodompit juga menitikkan air mata bahagia saat menerima kunci rumah barunya. Tangannya bergetar, matanya basah, dan bibirnya berucap lirih,
“Alhamdulillah, kini saya dan anak-anak punya rumah sendiri. Terima kasih, Pak Bupati.”
Di tengah keterbatasan fiskal, langkah kemanusiaan Bupati Sirajudin Lasena menjadi bukti bahwa kebahagiaan rakyat tak harus dibeli dengan proyek besar, tetapi dengan keikhlasan hati seorang pemimpin.
Karena sesungguhnya, di mata rakyat kecil, rumah sederhana itu lebih megah daripada istana.
(Fadlan Ibunu)











