BOLMUT, TimeNUSANTARA – Sangadi Desa Kopi, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulaiman Mohammad, membantah keras isu-isu miring yang beredar terkait pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2023–2024. Ia menegaskan bahwa setiap program dan penggunaan anggaran desa telah melalui proses musyawarah bersama masyarakat dan selalu terbuka kepada publik.
“Semua pekerjaan di desa kami disusun berdasarkan hasil musyawarah dan kebutuhan riil masyarakat. Setiap tahun laporan pertanggungjawaban kami disampaikan secara terbuka, bahkan dipublikasikan di media online,” ujar Sulaiman kepada media timenusantara.com pada Sabtu, 19 April 2025.
Sulaiman juga menegaskan bahwa laporan penggunaan Dana Desa Desa Kopi telah diaudit oleh Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan tidak ditemukan adanya penyimpangan. “Setiap tahapan penggunaan anggaran diperiksa dan diklarifikasi. Kami tidak bermain-main dengan dana publik,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dana Desa Transparan dan Dipertanggungjawabkan
Pemerintah Desa Kopi secara rutin mempublikasikan penggunaan Dana Desa melalui papan informasi publik dan media daring. Untuk tahun anggaran 2024, Desa Kopi menerima total Dana Desa sebesar Rp 760.631.000, yang disalurkan dalam dua tahap:
• Tahap I: Rp 408.926.600 (53,76%)
• Tahap II: Rp 351.704.400 (46,24%)
Beberapa program unggulan yang terlaksana dengan baik dan telah dipertanggungjawabkan, antara lain:
• Penyelenggaraan Posyandu: Rp 36.260.000, termasuk makanan tambahan, kelas ibu hamil, kelas lansia, dan insentif kader.
• Pembangunan Sarana Posyandu/Polindes/PKD: Rp 86.805.500
• Peningkatan Produksi Tanaman Pangan: Rp 63.492.000
• Penguatan Ketahanan Pangan Desa (Lumbung Desa, dll): Rp 71.250.000
• Bantuan Perikanan (Bibit dan Pakan): Rp 21.600.000
• Penyelenggaraan Pendidikan Non-Formal (PAUD/TK/TPA/TPQ): Rp 15.000.000
Sangadi menegaskan bahwa laporan realisasi anggaran telah disusun sesuai prosedur, dan pihak Inspektorat serta BPK telah memberikan pengesahan atas LPJ Dana Desa tersebut.
Komitmen Terus Terbuka dan Berbenah
Pemerintah Desa Kopi juga membuka diri terhadap kritik yang konstruktif dan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan serta pengelolaan keuangan desa. “Kami berkomitmen agar masyarakat mendapatkan informasi secara utuh dan tidak terjebak pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tutup Sulaiman.








