BOLTARA, TimeNUSANTARA — Di tengah keterbatasan anggaran karena belum berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bolaang Mongondow Utara (Boltara) tetap mampu menunjukkan pelayanan prima bagi masyarakat. Hal ini berkat kepemimpinan Direktur RSUD Boltara, dr. Firlia Mokoagow, yang menaruh perhatian besar pada manajemen keuangan dan kesejahteraan tenaga medis.
Salah satu bukti nyata komitmen tersebut adalah penyelesaian pembayaran honor sembilan dokter umum sejak April 2025, yang mencakup periode Januari–Februari 2025.
“Sudah tidak ada persoalan terkait honor dokter. Kami memastikan hak tenaga medis diprioritaskan, meski kondisi anggaran terbatas. Dari tujuh dokter umum, saat ini tinggal tiga yang dikontrak sesuai kemampuan anggaran, namun pelayanan tetap kami jaga,” jelas dr. Firlia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, perhatian terhadap tenaga medis bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan juga bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada masyarakat.
“Prinsip kami adalah bagaimana masyarakat dapat merasakan pelayanan publik yang baik. RSUD Boltara akan terus berupaya meningkatkan sarana, prasarana, dan tenaga medis agar pasien merasa aman, nyaman, dan puas,” tambahnya.
Langkah positif RSUD Boltara semakin diperkuat dengan kabar terbaru. Pada Senin, 23 Agustus 2025, di Hotel Aston Gorontalo, dokumen pengajuan BLUD RSUD Boltara resmi disetujui dan diterima oleh Tim Penilai BLUD Pemerintah Daerah. Dengan pencapaian ini, besar harapan bahwa dalam waktu dekat RSUD Boltara akan resmi berstatus BLUD.
“Insyaallah, status BLUD ini akan membuka ruang yang lebih luas bagi RSUD Boltara untuk mengelola keuangan secara mandiri dan fleksibel, demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tutur dr. Firlia
Dengan pencapaian ini, RSUD Boltara di bawah kepemimpinan dr. Firlia Mokoagow patut diapresiasi. Tidak hanya mampu bertahan di tengah keterbatasan, tetapi juga berhasil mengukir langkah maju menuju pengelolaan yang lebih modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan kesehatan masyarakat.
Fadlan Ibunu











