MANADO, TimeNUSANTARA – Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Perempuan Bangsa Sulawesi Utara yang digelar di Hotel Peninsula Manado, Jumat (10/7/2026), menjadi momentum strategis bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam memperkuat konsolidasi organisasi, pemberdayaan perempuan, dan persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Menteri Koperasi RI sekaligus Sekretaris Bidang Kerja Sama Luar Negeri DPP PKB, HJ. Farida Farichah, jajaran DPP Perempuan Bangsa, pengurus DPW PKB Sulut, kader Perempuan Bangsa, serta anggota DPRD PKB se-Sulawesi Utara.
Ketua DPW Perempuan Bangsa Sulut, Sjerly Lumi, menegaskan Muswil bukan sekadar agenda organisasi, tetapi wadah memperkuat persatuan dan memperluas peran perempuan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, Perempuan Bangsa harus hadir sebagai motor pemberdayaan yang mampu melahirkan perempuan mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulut Yusra Alhabsyi yang diwakili Sekretaris DPW PKB Sulut, Sarhan Antili, menyampaikan komitmen PKB untuk terus mendorong peningkatan keterlibatan perempuan dalam politik. Ia menilai Perempuan Bangsa memiliki peran penting dalam memperkuat basis kader, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperbesar peluang keterwakilan perempuan di lembaga legislatif.
Muswil secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah. Dalam arahannya, Farida menegaskan PKB merupakan partai yang terbuka, inklusif, dan memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk berkembang, memimpin, serta berkiprah dalam dunia politik dan pembangunan nasional.
Farida juga mendorong Perempuan Bangsa memperkuat program pemberdayaan ekonomi, literasi keuangan, pendampingan UMKM, pendidikan politik, dan peningkatan kapasitas perempuan. Menurutnya, kader perempuan harus dipersiapkan secara serius agar mampu tampil sebagai pemimpin yang berkualitas dan kompetitif pada Pemilu 2029.
“PKB berkomitmen mencetak kader perempuan yang kuat, berdaya, dan mampu menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat. Perempuan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi harus tampil sebagai aktor utama pembangunan dan demokrasi,” tegas Farida.
Melalui Muswil ini, PKB dan Perempuan Bangsa Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi, memperluas pengabdian kepada masyarakat, serta meningkatkan keterwakilan perempuan dalam politik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
(Riyan)









