Oleh Fadlan Ibunu | TimeNUSANTARA, Sabtu 5 Juli 2025
GORONTALO, TimeNUSANTARA – Suasana hangat penuh gagasan menyelimuti Aula Fakultas Syariah Kampus II IAIN Sultan Amai Gorontalo, Sabtu (5/7/2025), saat Forum Komunikasi Mahasiswa Mania (Fokmma), paguyuban mahasiswa asal Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), menggelar Dialog Publik bertajuk Peran Fokmma Bersama Lembaga Bolaang Mongondow Utara dalam Menjaga Demokrasi.
Acara ini menghadirkan sosok wakil rakyat yang aktif dan responsif, Donal Lamunte, S.Pd.I, anggota DPRD Boltara dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sebagai narasumber utama. Donal tampil berdampingan dengan akademisi IAIN Sultan Amai, Djunawir Syafar, S.Pd.I., M.Pd, dan Fika Magfira Polamolo, S.Pd., M.Pd, Dewan Pembina Fokmma, serta dimoderatori oleh Fadli Tonote, mahasiswa yang juga aktif dalam isu demokrasi kampus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam dialog tersebut, Donal Lamunte menyampaikan pentingnya mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika demokrasi, tetapi juga sebagai pelaku perubahan. Ia menggarisbawahi peran strategis generasi muda dalam mengawal sistem politik, khususnya di daerah asal mereka.
“Mahasiswa Boltara harus siap pulang membangun daerah. Kita butuh SDM unggul dan berintegritas untuk menjawab tantangan pembangunan di Bolaang Mongondow Utara,” tegas Donal.
Tak hanya memberi motivasi, Donal juga membeberkan peran DPRD dalam fungsi pengawasan dan transparansi pembangunan. Dalam sesi tanya-jawab, ia mendorong mahasiswa untuk menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi DPRD, dengan memperkuat data dan fakta dalam setiap kritik.
“Kami di DPRD tidak alergi dikritik. Tapi mari kita bangun budaya pengawasan berbasis data. Mahasiswa harus aktif turun ke lapangan, kumpulkan fakta, dan dorong perubahan,” ujar politisi muda PKB itu.
Dialog publik ini tidak hanya menyatukan ide dan gagasan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi nyata antara legislatif dan mahasiswa. Kegiatan berlangsung lancar, dihadiri berbagai perwakilan paguyuban mahasiswa se-Bolaang Mongondow Raya (BMR).
Acara ini menjadi gambaran bahwa demokrasi di daerah akan kuat jika generasi muda dan wakil rakyat berjalan bersama dalam visi yang sama: membangun dengan hati dan logika.











