BOLMUT, TimeNUSANTARA — Komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan terus diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur strategis. Salah satunya melalui proyek pembangunan dan renovasi RSUD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yang saat ini memasuki Batch III dan menunjukkan progres awal yang sangat positif.
Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 128,3 miliar ini dilaksanakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah berpengalaman luas dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dengan rekam jejak yang kuat, perusahaan ini kembali membuktikan kapasitasnya dalam mengelola proyek secara profesional, tepat waktu, dan berkualitas.
Berdasarkan data pelaksanaan minggu ke-6 (15–21 April 2026), progres pekerjaan tercatat melampaui target. Realisasi mencapai 0,639%, lebih tinggi dari rencana sebesar 0,538%, dengan deviasi positif +0,259%. Capaian ini menjadi indikator awal bahwa proyek berjalan dengan perencanaan yang matang dan eksekusi yang optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Lapangan, Lenol Lakoro, saat ditemui awak media dilokasi proyek pada senin (20/4/2026) menegaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar berkat koordinasi tim yang solid di lapangan.
“Progres pekerjaan berjalan lancar sesuai perencanaan. Kerja tim di lapangan sangat baik, terutama pada tahap awal seperti penimbunan dan pekerjaan pagar proyek yang sudah dilaksanakan,” ujarnya.
Pantauan media ini juga dilapangan pada tahap awal ini, pekerjaan penimbunan dan pemadatan tanah telah diselesaikan 100%, menjadi fondasi penting bagi kelancaran tahapan konstruksi berikutnya. Sementara itu Lenol juga menjelaskan sejumlah pekerjaan strategis tengah berjalan, di antaranya pembesian pondasi bore pile, pemasangan rambu-rambu K3, pembangunan gapura dan pintu gerbang proyek, serta persiapan pengeboran pondasi.
Untuk diketahui proyek yang berlokasi di Desa Talaga Tomoagu, Kecamatan Bolang Itang Barat ini berada di bawah penugasan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dengan dukungan pengawasan dari PT Ciriajasa Cipta Mandiri. Pelaksanaan proyek dirancang selama 296 hari kalender dengan masa pemeliharaan 365 hari kalender.
Lenol juga mendambahkan, sebagai BUMN yang telah berkiprah dalam berbagai proyek strategis nasional, PT Brantas Abipraya (Persero) terus mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu dalam setiap pekerjaan. “Keberhasilan progres awal yang melampaui target ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur kesehatan yang andal dan berkelanjutan, ”tutup Lenol.
(Fadlan Ibunu)











