Karang Taruna Desa Tobayagan Gelar Demo PETI, Peringatan Keras untuk Pemda Bolsel

Kamis, 16 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi demo dihalaman kantor bupati Bolsel Rabu (14/1/2025). Gambar: Doc

Aksi demo dihalaman kantor bupati Bolsel Rabu (14/1/2025). Gambar: Doc

BOLSEL, TimeNUSANTARA – Rabu (14/1/2025) menjadi hari penuh gejolak di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara. Karang Taruna (KT) Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian, melancarkan aksi demo besar-besaran di kantor Bupati Bolsel dan DPRD Bolsel. Para pemuda ini menuntut dihentikannya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Dalam orasinya, Rinaldi Potabuga, salah satu perwakilan Karang Taruna, mengungkapkan dengan lantang bahwa aktivitas PETI telah menghancurkan ekosistem hutan di wilayah tersebut. Dampaknya, dua desa di Kecamatan Pinolosian, termasuk Desa Tobayagan, kini selalu diterjang banjir setiap kali hujan deras mengguyur.

“Hutan kami sudah rusak parah. Dulu, sebelum ada pertambangan ini, kami tidak pernah kebanjiran. Sekarang, setiap hujan deras, air meluap hingga merendam rumah-rumah warga,” tegas Rinaldi dengan nada penuh amarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kerusakan hutan akibat aktivitas tambang ilegal ini telah menyebabkan bencana lingkungan yang tak terelakkan. Selain banjir, lahan-lahan produktif milik warga kini tertutup lumpur, memengaruhi sumber penghidupan masyarakat yang mayoritas bertani.

Para demonstran menyampaikan tuntutan keras kepada Pemkab Bolsel. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera bertindak tegas menghentikan aktivitas PETI.

“Kami tidak butuh janji-janji kosong. Jangan tinggal diam! Pemerintah harus segera bertindak untuk menghentikan tambang ilegal ini. Banyak warga yang jadi korban,” seru Rinaldi di hadapan massa aksi yang menggemakan dukungan mereka.

Menanggapi aksi tersebut, Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru, menyatakan sikap pemerintah yang sejalan dengan aspirasi warga. Dalam keterangannya, Iskandar menegaskan bahwa Pemkab Bolsel menolak keras aktivitas PETI, terutama yang melibatkan penggunaan alat berat.

“Kami hadir bersama masyarakat Tobayagan. Pemerintah dengan tegas menolak aktivitas tambang emas ilegal yang merusak hutan dan membahayakan masyarakat,” ujar Iskandar di hadapan para demonstran.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan alat berat dalam PETI merupakan ancaman serius bagi ekosistem dan kehidupan warga setempat. Meski demikian, pernyataan ini belum sepenuhnya menjawab tuntutan konkret para demonstran terkait langkah nyata yang akan diambil pemerintah.

Meski telah menerima pernyataan Bupati Bolsel, para demonstran mengingatkan bahwa mereka akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Jika Pemkab Bolsel tidak segera mengambil langkah nyata, aksi serupa akan digelar dengan massa yang lebih besar.

“Ini bukan ancaman, tapi peringatan. Kami tidak akan tinggal diam melihat desa kami hancur oleh aktivitas tambang ilegal. Pemerintah harus membuktikan keberpihakannya pada rakyat, bukan pada pelaku tambang ilegal,” tegas salah satu orator di penghujung aksi.

Aksi Karang Taruna Desa Tobayagan hari ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat tak akan tinggal diam menghadapi ancaman terhadap lingkungan dan kehidupan mereka. Pemerintah Kabupaten Bolsel kini berada di persimpangan jalan: mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan hutan dan warga, atau membiarkan aktivitas PETI terus menghancurkan wilayah tersebut.

Warga berharap pemerintah tidak hanya berbicara, tetapi bertindak nyata demi menyelamatkan Bolsel dari bencana yang lebih besar. Ini adalah ujian serius bagi Pemda Bolsel untuk menunjukkan keberanian, integritas, dan keberpihakan kepada rakyatnya. Sebab, jika dibiarkan, bukan hanya Desa Tobayagan, tetapi seluruh Kabupaten Bolsel yang akan menanggung dampaknya. (***)

Berita Terkait

Siapa yang Bermain di Tambang Ilegal Bintauna? LSM Galaksi: Jika Dibiarkan, Pembiaran Aparat Juga Patut Dicurigai
Penambang Tradisional Bolmut Turun ke Jalan, Minta Pemerintah Percepat Izin WPR
106 Penyuluh Pertanian Boltara Resmi Beralih ke Kementrian
Tahun ini Pemda Boltara Mulai Berlakukan Retribusi Wisata Pantai Batu Pinagut Lewat Non Tunai
CEP Kagum Lihat Perkembangan Boltara, Wisata Batu Pinagut Dinilai Punya Potensi UMKM
21 Barang Bukti Inkracht dan Ribuan Obat Keras Dimusnahkan
Tim Resmob Polres Bolmut, Berhasil Amankan Terduga Pelaku Curanmor Lintas Provinsi
Peduli Warga Rentan, Pemkab Bolmut dan Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 00:50 WITA

Siapa yang Bermain di Tambang Ilegal Bintauna? LSM Galaksi: Jika Dibiarkan, Pembiaran Aparat Juga Patut Dicurigai

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:41 WITA

106 Penyuluh Pertanian Boltara Resmi Beralih ke Kementrian

Senin, 5 Januari 2026 - 15:45 WITA

Tahun ini Pemda Boltara Mulai Berlakukan Retribusi Wisata Pantai Batu Pinagut Lewat Non Tunai

Minggu, 21 Desember 2025 - 17:07 WITA

CEP Kagum Lihat Perkembangan Boltara, Wisata Batu Pinagut Dinilai Punya Potensi UMKM

Kamis, 18 Desember 2025 - 12:41 WITA

21 Barang Bukti Inkracht dan Ribuan Obat Keras Dimusnahkan

Berita Terbaru