BOLTARA, TimeNUSANTARA – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, SE., M.Ec.Dev, saat memimpin rapat evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran daerah serta evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Semester I dan strategi optimalisasi PAD Semester II Tahun Anggaran 2026.
Rapat yang digelar di Aula Lantai III Kantor Bupati Boltara, Selasa (28/7/2026), menjadi forum penting untuk mengukur capaian program pembangunan sekaligus memastikan setiap perangkat daerah mampu meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran dan memaksimalkan potensi pendapatan daerah.
Dalam arahannya, Bupati Sirajudin menekankan bahwa percepatan realisasi anggaran harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta bekerja lebih terukur, inovatif, dan bertanggung jawab agar setiap program yang telah direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain mengevaluasi capaian Semester I, rapat juga membahas langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan PAD pada Semester II. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga pembangunan di berbagai sektor dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli Bupati, seluruh pimpinan OPD, Direktur RSUD, serta para camat se-Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kehadiran seluruh unsur pemerintahan menunjukkan sinergi yang kuat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, profesional, dan berorientasi pada hasil.
Melalui evaluasi rutin seperti ini, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menegaskan komitmennya untuk menjaga disiplin pengelolaan keuangan daerah, meningkatkan pendapatan asli daerah, serta mempercepat pembangunan demi terwujudnya pelayanan publik yang semakin berkualitas dan kesejahteraan masyarakat Boltara.
Penulis/editor: Fadlan Ibunu










