BOLTARA, TimeNUSANTARA.com — Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Boroko mulai membawa perubahan yang dirasakan Obit, pemilik rumah makan di sekitar lokasi. Ia mengaku bersyukur karena bau busuk yang sebelumnya dikeluhkan kini telah hilang dan pelanggan mulai kembali berdatangan.
Berdasarkan pantauan media ini, Minggu malam (25/10/2026), suasana di sekitar rumah makan Obit terlihat lebih nyaman. Obit mengungkapkan, hilangnya bau menyengat tersebut memberikan harapan baru bagi aktivitas usahanya setelah berbulan-bulan mengaku mengalami gangguan.
Baca juga: Bobiyanto Masuara Desak SPPG Boroko Bertanggung Jawab atas Dugaan Kerugian Ekonomi
“Sekarang bau busuk sudah hilang dan pelanggan mulai datang lagi. Kami tentu bersyukur karena pelanggan bisa kembali merasa nyaman,” ungkap Obit kepada media ini.
Sebelumnya, SPPG Boroko mengumumkan penghentian sementara operasional untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan saluran serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pendistribusian juga belum dapat dilanjutkan hingga waktu yang belum ditentukan.
Meski kondisi kini membaik, Obit menegaskan bahwa dirinya tetap akan menempuh langkah hukum atas kerugian yang dirasakannya selama persoalan tersebut berlangsung. Menurutnya, hilangnya bau busuk saat ini tidak serta-merta menghapus dampak ekonomi yang diklaim telah dialami selama sekitar sembilan bulan.
Ia sebelumnya menyatakan akan melayangkan somasi apabila tidak ada pertanggungjawaban atas kerugian usahanya. Obit berharap persoalan tersebut diselesaikan secara serius agar haknya sebagai pelaku usaha tetap diperhatikan.
Baca juga: Polsek Urban Kaidipang Periksa Saluran Limbah SPPG Boroko, Petugas Sebut Pipa Akan Diteruskan ke Sungai
Perkembangan ini juga menjadi perhatian terhadap pengelolaan limbah SPPG Boroko. Badan Gizi Nasional (BGN) diharapkan melakukan evaluasi untuk memastikan sistem IPAL berfungsi dengan baik dan gangguan serupa tidak kembali terjadi.
TimeNUSANTARA.com akan terus memantau perkembangan persoalan ini sampai ada solusi terbuka bagi pengelola SPPG Boroko maupun BGN bersama warga.
Penulis: Fadlan Ibunu










