BOLMONG, TimeNUSANTARA – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Provinsi Sulawesi Utara mempercepat langkah perlindungan masyarakat pesisir dengan menghadirkan sistem peringatan dini yang lebih akurat dan responsif. Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi teknis dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang kini mulai difokuskan pada penguatan data cuaca dan deteksi dini potensi bencana di wilayah rawan.
Alih-alih sekedar kerja sama di atas kertas, langkah ini langsung diarahkan pada implementasi teknologi lapangan. Salah satu poin krusialnya adalah rencana penempatan perangkat High Frequency (HF) Radar Array Maritim, yang mampu membaca arus laut, tinggi gelombang, hingga kondisi cuaca secara real-time di perairan Bolmong.
Bagi Pemkab Bolmong, akses terhadap data cepat dan akurat menjadi kunci dalam menekan risiko bencana, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan hidup di sektor kelautan dan pesisir. Dengan sistem ini, nelayan hingga pelaku usaha pesisir diharapkan dapat mengambil keputusan lebih aman dan terukur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, menegaskan bahwa arah kebijakan daerah saat ini tidak lagi bersifat reaktif, melainkan berbasis mitigasi. “Artinya, pemerintah berupaya mencegah dampak sebelum bencana terjadi, bukan sekedar menangani setelah kejadian,”jelas Bupati.
Bupati juga mengungkapkan, wilayah pesisir Bolmong memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap perubahan cuaca ekstrem. Karena itu, kehadiran dukungan teknologi dari BMKG dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga tanpa menghambat aktivitas ekonomi.
Dari sisi BMKG, kolaborasi ini akan memperluas jangkauan layanan informasi hingga ke daerah. Peningkatan akurasi data cuaca dan potensi bencana di Bolmong menjadi prioritas, seiring meningkatnya kebutuhan daerah terhadap sistem informasi yang presisi.
Tak hanya itu, lanjut Bupati integrasi dengan sistem nasional seperti Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) juga menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap informasi peringatan dapat diterima lebih cepat oleh pemerintah daerah dan masyarakat.
“Langkah progresif ini sekaligus merupakan komitmen Pemkab Bolmong dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif, berbasis data, dan berorientasi pada keselamatan warga. terlebih saat ini tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, dan kami memilih bergerak cepat sebelum adanya bencana,”Pungkas orang nomor satu di Kabupaten Bolmong itu.(Nur)











