BOLMUT, TimeNUSANTARA — Kondisi ambulans milik RSUD Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) yang rusak parah dan nyaris tak layak pakai menuai kemarahan publik. Sorotan paling tajam datang dari Ketua LSM Gabungan Lembaga Anti Korupsi (Galaksi) Sulut, Rheinal Mokodompis, yang menyebut Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmut gagal memahami skala prioritas pelayanan publik.
“Jangan cuma sibuk bangun infrastruktur dan proyek fisik. Ini soal nyawa rakyat! Ambulans adalah urusan kemanusiaan, bukan barang pelengkap!” tegas Rheinal saat meninjau langsung kondisi ambulans RSUD pada Kamis (7/8/2025).
Ia mengatakan, mobil ambulans yang saat ini digunakan RSUD sudah dimakan usia, tak lagi layak untuk operasional rujukan jarak jauh, apalagi menyangkut kondisi pasien kritis. Namun ironisnya, menurut Rheinal, Dinas Kesehatan Bolmut justru memilih menyalurkan pengadaan ambulans ke Puskesmas dan mengabaikan RSUD sebagai fasilitas rujukan utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tahu Dinkes dapat mobil baru beberapa waktu lalu, tapi kenapa RSUD tidak kebagian? Ini kegagalan kebijakan yang sangat fatal. Dinkes harus bertanggung jawab!” kecamnya.
Kemarahan publik memuncak usai viralnya keluhan Lisda Naue alias Eli Ocit, warga Bolmut, yang menyampaikan pengalaman buruknya melalui media sosial. Ia menyebut ambulans RSUD yang mengantar anaknya rujukan ke Gorontalo mengalami mogok hingga 13 kali dalam satu perjalanan, pada Minggu malam, 3 Agustus 2025.
“Untung anak saya tidak parah. Tapi bayangkan kalau itu nyawa sudah kritis? ” ujar Eli lewat sambungan WhatsApp, Senin (4/8/2025).
Sementara itu Kasubag Perencanaan RSUD Bolmut, Sutri Buhang, saat dikonfirmasi mengenai anggaran pemeliharaan mengungkapkan bahwa anggaran pemeliharaan kendaraan hanya sebesar Rp70 juta per tahun untuk 5 unit ambulans. Jumlah itu tentu tak mencukupi untuk perbaikan besar maupun penggantian unit.
“Anggaran kami terbatas. Kami hanya bisa melakukan perbaikan yang mampu sesuai dengan keuangan untuk 5 mobil sekaligus terlebih kelima mobil ini suda diatas 8 tahun. Jadi untuk kebutuhan ambulans baru itu sangat tidak mungkin,” ujarnya.
Pernyataan itu justru membuat Rheinal makin geram. Ia menilai Dinkes Bolmut tidak memiliki kepekaan dalam menyusun kebijakan anggaran.
“Kalau tidak mampu peka terhadap kebutuhan darurat seperti ini, maka pengambil kebijakan di Dinas Kesehatan patut dievaluasi. RSUD adalah wajah kesehatan daerah. Kalau ambulans saja tidak layak, bagaimana mungkin kita bicara pelayanan maksimal?” cetusnya.
LSM Galaksi juga mendesak agar Bupati Bolmut segera turun tangan dan mengambil langkah cepat, termasuk mengalokasikan anggaran untuk pengadaan ambulans baru bagi RSUD.
“Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru sibuk rapat dan evaluasi. Ini soal keberpihakan pemerintah Daerah kepada pelayanan langsung. Sekali lagi nyawa rakyat bukan angka di atas kertas!” pungkas Rheinal.
(Fadlan Ibunu)











