BOLTARA, TimeNUSANTARA – Kepala SPPG Boroko, Kurvi Runtuwene, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pihak sekolah, dan orang tua siswa atas ketidaknyamanan yang terjadi terkait dugaan menu MBG yang tidak sesuai di SDN 13 Kaidipang beberapa hari lalu.
Permohonan maaf tersebut disampaikan Kurvi saat konferensi pers di halaman Kantor SPPG Boroko, Jumat (12/6/2026). Ia menegaskan seluruh proses penyediaan makanan telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP), namun pihaknya tetap menerima setiap masukan sebagai bahan evaluasi.
Menurut Kurvi, setelah menerima laporan, dirinya bersama jajaran SPPG Boroko langsung turun ke sekolah untuk melakukan pengecekan. Sebagai langkah antisipatif, seluruh makanan dan bahan makanan yang telah didistribusikan saat itu langsung ditarik kembali guna menjaga keamanan dan kesehatan para siswa penerima manfaat.
“Kami tidak menduga hal tersebut bisa terjadi karena seluruh tahapan telah dijalankan sesuai SOP. Namun kami tetap bertanggung jawab dan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik,” ujarnya.
Kurvi menjelaskan, tim SPPG juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap menu yang dipersoalkan, termasuk mencicipi makanan di lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Ia menambahkan, kejadian tersebut tidak mencerminkan keseluruhan kualitas pelayanan SPPG Boroko. Sebelumnya, SPPG Boroko berhasil meraih peringkat pertama tingkat Sulawesi Utara dalam penilaian kualitas menu dan penyajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas layanan. Namun setiap kritik dan masukan tetap kami terima demi perbaikan berkelanjutan,” kata Kurvi.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara telah memberikan sejumlah rekomendasi teknis untuk memperkuat pengawasan kualitas bahan baku, penyimpanan, hingga distribusi makanan. Seluruh rekomendasi tersebut dipastikan akan segera ditindaklanjuti oleh SPPG Boroko.
“Kami berkomitmen memperkuat pengawasan dan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali serta pelayanan MBG tetap berjalan optimal bagi para siswa,” tegas Kurvi.
Penulis/editor: Fadlan Ibunu









