BOLMUT, TimeUSANTARA.com – Keamanan bukan hanya tentang polisi yang berdiri menjaga jalan, melakukan patroli, atau menindak pelanggaran hukum. Ada hal yang jauh lebih mendasar, yakni bagaimana seorang polisi mampu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan, merangkul, dan membuat setiap warga merasa dilindungi tanpa memandang perbedaan.
Pesan itulah yang tercermin dari langkah Kapolsek Bolangitang, IPDA Rachmat Sondeng, yang terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan silaturahmi lintas umat beragama.
Setelah sebelumnya menyambangi gereja untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), kali ini Rachmat hadir di Masjid Miftahul Jannah, Desa Talaga, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Jumat (6/11/2026).
Di tempat ibadah umat Islam tersebut, ia dipercaya masyarakat menjadi khatib salat Jumat. Dalam khotbahnya, ia mengajak jamaah menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga ketakwaan, persaudaraan, dan ketenteraman lingkungan.
Ia mengingatkan bahwa menjadi pribadi yang bertakwa bukan hanya tentang hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga bagaimana seseorang memperlakukan sesamanya.
Pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Maidah ayat 2 tentang tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan menjadi salah satu pengingat penting. Begitu pula Surah Al-Hujurat ayat 10 yang mengajarkan bahwa sesama orang beriman adalah saudara.
Nilai-nilai tersebut memiliki makna besar dalam kehidupan bermasyarakat. Sebab, lingkungan yang damai tidak lahir dari sikap saling curiga, melainkan dari kepedulian, saling menghormati, dan kesediaan menjaga satu sama lain.
Namun, perhatian Rachmat kepada masyarakat tidak berhenti ketika khotbah dan salat Jumat selesai.
Ia masih menyempatkan diri duduk bersama warga. Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, pesan tentang persatuan, silaturahmi, serta pentingnya menjaga keamanan disampaikan secara langsung.
Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Momen tersebut menjadi ruang untuk saling mengenal, membangun kepercayaan, sekaligus mengingatkan bahwa menjaga kedamaian kampung merupakan tanggung jawab bersama.
Langkah Kapolsek Bolangitang ini bukan kali pertama dilakukan di rumah ibadah. Sebelumnya, ia bersama personel Polsek Bolangitang juga menyambangi Gereja GMIBM Bukit Sion, Desa Mokoditek Induk, Kecamatan Bolangitang Timur, melalui program Minggu Kasih.
Dalam kegiatan tersebut, ia berdialog dengan jemaat dan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas. Pemberitaan mengenai kegiatan itu sebelumnya telah dimuat TimeNUSANTARA.com dengan judul: Tak Hanya di Ruang Publik, Kapolsek Bolangitang Sampaikan Pesan Kamtibmas di Rumah Ibadah
Kini, kehadirannya di Masjid Miftahul Jannah semakin memperlihatkan bahwa pesan keamanan dan persatuan tidak mengenal batas agama.
Di gereja, ia hadir menyapa jemaat. Di masjid, ia menyampaikan pesan keagamaan kepada jamaah. Tempatnya berbeda, keyakinannya berbeda, tetapi tujuan yang dibangun tetap satu yaitu menjaga masyarakat agar hidup rukun, aman, dan saling menghargai
Sebab, masyarakat membutuhkan polisi bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan teman berdialog, sosok yang mau mendengar, dan kehadiran yang memberikan rasa aman.
“Pada akhirnya, tugas saya bukan hanya sekadar menjalankan kewenangan sebagai kapolsek, melainkan juga menghadirkan kepedulian. Ketika polisi mampu merangkul semua golongan, kepercayaan akan tumbuh dan persatuan semakin kuat, ”pungkas Kapolsek Bolangitang IPDA Rachmat Sondeng.
Penulis/editor: Fadlan Ibunu











