Prabowo Usulkan Pemilihan Kepala Daerah di Pilih Langsung Oleh DPRD Demi Efisiensi Anggaran dan Keuangan Negara

Jumat, 13 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pidato Prabowo pada perayaan ulang tahun ke-60 Partai Golkar di Sentul, Bogor, Kamis 12 Desember 2024. Gambar Doc/Tempo

Pidato Prabowo pada perayaan ulang tahun ke-60 Partai Golkar di Sentul, Bogor, Kamis 12 Desember 2024. Gambar Doc/Tempo

NASIONAL, TimeNUSANTARA – Presiden Prabowo Subianto mengusulkan perubahan sistem pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung menjadi pemilihan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Usulan ini disampaikan dalam pidatonya pada perayaan ulang tahun ke-60 Partai Golkar di Sentul, Bogor, Kamis 12 Desember 2024. Prabowo menekankan pentingnya efisiensi anggaran demi kepentingan keuangan negara dan kemudahan transisi kepemimpinan.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan keprihatinannya terhadap tingginya biaya pemilu langsung yang dapat mencapai puluhan triliun rupiah. “Berapa puluh triliun habis dalam satu-dua hari, baik dari anggaran negara maupun dari para kandidat. Kalau dilakukan oleh DPRD, negara bisa lebih hemat dan efisien seperti di Malaysia dan Singapura,” tegas Prabowo. Menurutnya, sistem pemilu langsung tidak hanya membebani negara tetapi juga kandidat yang harus mengeluarkan dana besar selama kampanye.

Prabowo menilai bahwa penghematan anggaran ini dapat dialihkan ke sektor yang lebih mendesak, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan mekanisme pemilihan oleh DPRD, proses pemilihan kepala daerah dapat lebih sederhana, lebih cepat, dan mengurangi potensi konflik horizontal yang kerap terjadi dalam pemilu langsung.

Wacana ini memicu berbagai tanggapan dari sejumlah kalangan. Politikus PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menyatakan bahwa partainya masih memegang prinsip kedaulatan rakyat melalui pemilu langsung. Namun, ia juga menyadari tingginya biaya pemilu dan menyarankan penguatan partai politik untuk menekan pengeluaran kampanye. “Kalau partai politik lebih dekat dengan masyarakat, biaya pemilu bisa ditekan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, menyambut baik usulan ini. Menurut Jazilul, posisi gubernur lebih sebagai koordinator dan tidak memerlukan biaya pemilu yang begitu besar. “Anggaran triliunan rupiah lebih baik digunakan untuk kepentingan rakyat seperti pendidikan dan kesehatan,” jelas Jazilul.

Dukungan serupa juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh, menyatakan bahwa gagasan ini realistis dan bertujuan untuk mencegah politik uang yang merugikan demokrasi. “Tingginya biaya pemilu langsung bisa memicu mafsadat, termasuk potensi korupsi dan konflik sosial,” katanya.

Namun, beberapa pihak masih menyuarakan kekhawatiran terhadap sistem ini. Anggota Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini, menyoroti risiko oligarki dan kesewenang-wenangan elite partai jika kepala daerah dipilih oleh DPRD. “Masalah utamanya bukan sistem pemilihan, melainkan lemahnya penegakan hukum. Jika ini tidak diperbaiki, sistem apapun akan menghadapi masalah,” tegas Titi.

Meski menuai pro dan kontra, usulan ini sejalan dengan visi Prabowo untuk meningkatkan efisiensi anggaran negara dan mengoptimalkan dana publik untuk kesejahteraan masyarakat. Prabowo percaya bahwa langkah ini dapat menjadi solusi nyata untuk pengelolaan keuangan negara yang lebih baik di masa depan. (***)

Berita Terkait

Yasti Mokoagow dan Pemkab Bolmong Salurkan Kompor serta LPG Gratis untuk Korban Banjir
Pemkab Mulai Cairkan Gaji Ke-13 ASN Boltara
Kominfo Boltara Dampingi Pemkab Monitoring SPBU, Pastikan Informasi Ketersediaan BBM Akurat dan Transparan
Kotamobagu Kembali Hadir Ringankan Derita Korban Banjir Bolmong
Seluruh OPD dan Desa Diminta Patuh Ketentuan HPS Terbaru
Pemkab Bolmong Turunkan Tim Kesehatan dan Fogging Massal di Wilayah Terdampak Banjir
Catat Tanggalnya! Ini Jadwal Resmi Kepulangan Jamaah Haji Indonesia Tahun 2026
PT Brantas Abipraya Perkuat Kompetensi SDM Konstruksi Nasional, Dukung Proyek Strategis Pendidikan dan Kesehatan

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:41 WITA

Yasti Mokoagow dan Pemkab Bolmong Salurkan Kompor serta LPG Gratis untuk Korban Banjir

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:42 WITA

Pemkab Mulai Cairkan Gaji Ke-13 ASN Boltara

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:31 WITA

Kominfo Boltara Dampingi Pemkab Monitoring SPBU, Pastikan Informasi Ketersediaan BBM Akurat dan Transparan

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:16 WITA

Seluruh OPD dan Desa Diminta Patuh Ketentuan HPS Terbaru

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:12 WITA

Pemkab Bolmong Turunkan Tim Kesehatan dan Fogging Massal di Wilayah Terdampak Banjir

Berita Terbaru

Bupati Boltara Dr. Sirajudin Lasena dan Wakil Bupati Moh. Aditya Pontoh mengumumkan dimulainya pencairan gaji ke-13 ASN sebagai wujud komitmen Pemkab Boltara dalam meningkatkan kesejahteraan aparatur dan memperkuat perekonomian daerah.

BOLMUT

Pemkab Mulai Cairkan Gaji Ke-13 ASN Boltara

Kamis, 4 Jun 2026 - 13:42 WITA