KOTAMOBAGU, TimeNUSANTARA.com – Pemerintah Kota Kotamobagu mendorong pengembangan olahraga bulutangkis melalui rencana penyelenggaraan Wali Kota Cup 2026. Turnamen ini diproyeksikan menjadi wadah bagi atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus membuka peluang meraih prestasi lebih tinggi.
Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., saat menerima audiensi pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kotamobagu bersama jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Selasa (1/9/2026) kemarin.
Dalam pertemuan itu, sejumlah persiapan dibahas, meliputi perizinan, fasilitas pertandingan, kebutuhan anggaran, hingga kesiapan perangkat pendukung. Kejuaraan yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 tersebut juga membuka kesempatan bagi atlet dari berbagai daerah di Sulawesi Utara dan Gorontalo untuk berpartisipasi.
Weny menilai kompetisi antardaerah dapat memberikan pengalaman bertanding yang lebih luas bagi atlet lokal. Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan dan kesempatan mengikuti turnamen menjadi bagian penting dalam mencetak atlet berprestasi.
Ia berharap ajang tersebut mampu mengidentifikasi potensi atlet muda Kotamobagu agar dapat dipersiapkan menghadapi kompetisi pada level regional, nasional, bahkan internasional.
Pemerintah kota pun menyambut positif inisiatif PBSI Kotamobagu dalam menghadirkan kompetisi yang mendukung kemajuan olahraga daerah.
Sementara itu, Ketua PBSI Kotamobagu, Sri Afni Manoppo, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mematangkan seluruh kebutuhan pelaksanaan kejuaraan.
Selain persiapan teknis, PBSI juga merencanakan peningkatan kapasitas wasit lokal. Langkah ini diharapkan dapat menunjang pelaksanaan pertandingan yang tertib dan profesional.
PBSI Kotamobagu turut berharap Wali Kota Cup dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan sehingga atlet memiliki ruang kompetisi yang konsisten dan proses pembinaan berjalan lebih terarah.
Dengan dukungan pemerintah daerah serta kesiapan organisasi olahraga, Wali Kota Cup 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah memperkuat ekosistem bulutangkis sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet potensial dari Kotamobagu.
(Iyan)










