BOLTARA, TimeNUSANTARA – Tidak semua rezeki datang dalam bentuk yang besar. Terkadang, sebuah kepercayaan mampu menghadirkan harapan baru bagi pelaku usaha kecil yang selama ini berjuang dalam diam.
Kebahagiaan itu kini dirasakan Faudjia DM, pemilik UMKM Lanvin Tailor yang berlokasi di Desa Kopi, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Setelah bertahun-tahun mengembangkan usaha jahit sederhana, akhirnya ia dipercaya Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara untuk menjahit seragam latihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Bolmut Tahun 2026.
Kepercayaan tersebut menjadi momen yang sangat berarti bagi Faudjia. Saat ditemui awak media, Senin (3/8/2026), ia mengaku hampir tak mampu menahan rasa haru.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT. Saya tidak pernah menyangka usaha kecil kami bisa mendapat kepercayaan sebesar ini. Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Bolaang Mongondow Utara yang telah memilih UMKM lokal seperti kami. Ini bukan hanya pesanan jahitan, tetapi menjadi harapan baru bagi usaha kami,” ungkapnya.
Menurut Faudjia, selama ini Lanvin Tailor dijalankan secara sederhana dengan memanfaatkan kemampuan tenaga kerja lokal. Meski penuh keterbatasan, mereka selalu berusaha menjaga kualitas jahitan agar mampu bersaing dengan usaha yang lebih besar.
Ia mengatakan, pesanan seragam latihan Paskibraka bukan sekadar memberikan tambahan penghasilan, tetapi juga menjadi bukti bahwa UMKM kecil di daerah memiliki kemampuan jika diberi kesempatan.
“Kami mungkin hanya UMKM kecil, tetapi kami selalu bekerja dengan sungguh-sungguh. Kepercayaan ini menjadi penyemangat agar kami terus berkembang dan memberikan hasil terbaik,” katanya.
Faudjia juga berharap langkah Pemerintah Daerah yang melibatkan pelaku usaha lokal dapat terus berlanjut. Menurutnya, setiap pekerjaan yang diberikan kepada UMKM akan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, karena usaha kecil juga menjadi tempat mencari nafkah bagi warga sekitar.
Ia berharap Lanvin Tailor ke depan tidak hanya dipercaya menjahit pakaian latihan Paskibraka, tetapi juga berbagai kebutuhan lainnya dari instansi pemerintah maupun masyarakat umum.
“Semoga usaha kami terus berkembang, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga lokal, dan semakin banyak masyarakat yang bangga menggunakan hasil karya penjahit Bolmut. Aamiin,” tuturnya.
Kisah Lanvin Tailor menjadi bukti bahwa perhatian kepada UMKM tidak selalu diwujudkan melalui bantuan modal. Memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada pelaku usaha lokal adalah bentuk dukungan nyata yang mampu menghidupkan ekonomi masyarakat.
Di balik setiap seragam latihan yang akan dikenakan putra-putri terbaik Paskibraka Bolmut tahun ini, terdapat jahitan penuh ketelitian, doa yang tak pernah putus, serta harapan seorang pelaku UMKM kecil yang percaya bahwa kerja keras dan kejujuran pada akhirnya akan menemukan jalannya.
Penulis/editor: Fadlan Ibunu









