Oleh Fadlan Ibunu | TimeNUSANTARA, Sabtu 5 Juli 2025
BOLMUT, TimeNUSANTARA – Dalam semangat Muharam dan momentum “Lebaran Yatim dan Difabel 2025”, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kembali menebar keberkahan melalui program Peaceful Muharam. Sebanyak 60 orang penerima manfaat dari kalangan yatim dan penyandang disabilitas di enam kecamatan menerima paket sembako pada Jumat (4/7/2025) kemarin.
Penyaluran dilakukan langsung oleh Ketua Baznas Bolmut Iswan Syaaban bersama jajaran, bertempat di Kantor Kemenag Bolmut. Turut hadir Wakil Ketua IV Baznas Rahmad Buhang, Penyelenggara Zakat Wakaf Kemenag Lily Korniaty, serta para penerima zakat dari berbagai wilayah di Bolmut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masing-masing kecamatan menerima kuota 10 penerima, sebagai bagian dari komitmen Baznas untuk menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah secara tepat sasaran dan penuh kepedulian.
“Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk cinta dan kepedulian sosial. Jangan berhenti berzakat, karena di baliknya ada hak saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegas Ketua Baznas Bolmut, Iswan Syaaban, dalam sambutannya.
Ia mengingatkan umat Islam di Bolmut agar tidak menunda kebaikan. Menurutnya, zakat adalah instrumen penting untuk menyeimbangkan kemiskinan dan menguatkan solidaritas di tengah masyarakat.
Ajakan ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 103:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka…”
Serta sabda Rasulullah SAW:
“Lindungilah hartamu dengan zakat, obatilah orang sakitmu dengan sedekah, dan sambutlah bala dengan doa.” (HR. Baihaqi)
Ketua Baznas mengajak para dermawan di Bolmut untuk terus berbagi dan mempercayakan zakatnya kepada lembaga resmi yang amanah, agar kebermanfaatannya sampai pada yang berhak.
“Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk zakat akan menjadi penolong, tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat. Mari jadikan zakat sebagai jalan meraih keberkahan hidup bersama,” ujar Iswan penuh harap.
Program ini menjadi bukti bahwa zakat bukan hanya angka dalam nominal, tetapi nyata dalam senyum dan air mata haru para penerima.










