POHUWATO, TimeNUSANTARA – Kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat ditunjukkan oleh Ais Botutihe, putra asli Desa Bulangita dan Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato. Di tengah persoalan sedimentasi lumpur tambang yang berdampak pada pertanian dan permukiman warga, Ais memilih turun langsung membantu masyarakat tanpa membeda-bedakan desa maupun kepentingan.
Sedimentasi lumpur yang terjadi selama beberapa bulan terakhir diketahui telah menyumbat saluran irigasi. Kondisi tersebut menyebabkan terganggunya aliran air ke lahan pertanian dan meningkatkan potensi banjir, terutama saat musim hujan. Dampaknya, sejumlah warga terancam gagal panen dan mengalami kerugian ekonomi.
Melihat kondisi tersebut, Ais Botutihe berinisiatif melakukan pengerukan lumpur di sejumlah titik saluran irigasi yang terdampak. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap lingkungan dan warga tempat ia tumbuh dan dibesarkan.
“Ini tanah kelahiran saya. Warga di sini adalah saudara sendiri, jadi saya merasa terpanggil untuk membantu,” ujar Ais.
Ia menegaskan bahwa upaya yang dilakukan semata-mata bertujuan untuk memulihkan fungsi irigasi dan mengurangi risiko banjir, tanpa melihat latar belakang ataupun wilayah desa penerima manfaat. Baik warga Desa Bulangita maupun Desa Teratai, seluruhnya menjadi prioritas.
Aksi nyata tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga menilai langkah Ais sebagai contoh kepedulian anak daerah yang memilih hadir dan berbuat di saat masyarakat membutuhkan.
Melalui inisiatif ini, Ais Botutihe berharap persoalan lingkungan dapat ditangani bersama, sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian dan niat baik mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Peliput: Nopri Dotulong









