Penelitian Ungkap QRIS Lebih Transparan, Sistem Manual Rawan Manipulasi Data

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sistem pembayaran QRIS dinilai lebih transparan dan akuntabel karena memiliki jejak digital, berbeda dengan metode manual yang rawan manipulasi data.

Sistem pembayaran QRIS dinilai lebih transparan dan akuntabel karena memiliki jejak digital, berbeda dengan metode manual yang rawan manipulasi data.

EKONOMI, TimeNUSANTARA — Sejumlah penelitian di bidang sistem informasi dan keuangan digital menegaskan bahwa penggunaan pembayaran berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) jauh lebih transparan dibandingkan metode manual yang masih banyak digunakan di lapangan.

Menurut kajian dari Bank Indonesia, QRIS dirancang sebagai standar nasional pembayaran digital yang terintegrasi langsung dengan sistem perbankan. Setiap transaksi tercatat secara otomatis, real-time, dan memiliki jejak digital yang tidak mudah diubah.

Baca juga: Retribusi Wisata Pantai Batu Pinagut Masih Manual, Janji Sistem QRIS Pemda Boltara Dipertanyakan

Gubernur Perry Warjiyo dalam berbagai publikasi resmi BI menyebutkan bahwa digitalisasi pembayaran melalui QRIS bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas transaksi keuangan, termasuk di sektor pelayanan publik dan retribusi daerah.

Selain itu, penelitian akademik di bidang sistem informasi oleh Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon dalam buku Management Information Systems menjelaskan bahwa sistem berbasis digital memiliki keunggulan pada integritas data, karena setiap transaksi tersimpan dalam database yang terstruktur dan memiliki kontrol akses yang ketat.

Hal ini diperkuat oleh konsep audit trail dalam ilmu teknologi informasi, yang memastikan seluruh aktivitas terekam secara sistematis sehingga sulit dimanipulasi tanpa terdeteksi.

Berbeda dengan sistem manual, berbagai penelitian menunjukkan adanya celah besar terhadap manipulasi data. Studi transparansi sektor publik oleh Transparency International menyoroti bahwa pencatatan manual membuka peluang penyimpangan akibat minimnya sistem kontrol dan pengawasan.

Dalam praktiknya, potensi manipulasi ini sangat nyata. Misalnya, jumlah pengunjung yang sebenarnya mencapai 1.000 orang dapat dicatat hanya 500 dalam laporan manual. Selisih tersebut berpotensi menjadi kebocoran pendapatan yang tidak tercatat secara resmi.

“Tanpa sistem digital, kontrol terhadap data sangat lemah karena bergantung pada manusia,” demikian salah satu kesimpulan dalam kajian transparansi keuangan publik.

Sementara itu, laporan digitalisasi sistem pembayaran oleh McKinsey & Company juga menegaskan bahwa penggunaan pembayaran non-tunai mampu menekan potensi fraud serta meningkatkan efisiensi dan akurasi pelaporan keuangan.

Dengan berbagai temuan tersebut, para peneliti dan lembaga internasional mendorong pemerintah daerah untuk segera beralih ke sistem digital seperti QRIS, guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta meminimalisir kebocoran pendapatan asli daerah (PAD).(Fadlan Ibunu)

Berita Terkait

Yusra–Dony Jadi Responden Perdana, Sensus Ekonomi 2026 Bolmong Resmi Dimulai
Yusra- Dony Buktikan Komitmen Ekonomi Kerakyatan Lewat Bantuan Modal Usaha
GP Ansor Sulut Perkuat Soliditas dan Kemandirian Ekonomi Kader
HUT ke-19 Boltara, Program SJL-MAP Catat Capaian Positif Pembangunan Daerah
Tak Mau Hanya Terima Laporan Diatas Meja, Bupati Yusra Pilih Temui Langsung Petani Bolmong
Kunjungan Ketua PT Manado ke Boltara, Pantai Batu Pinagut Jadi Magnet Wisata
Tekad Bupati Boltara Bangun Harapan dari Nol untuk Warga Tak Mampu
Tambak Mati Suri, Ekonomi Surut: Warga Duga Limbah PLTU, PT Medco Klaim Aman

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:05 WITA

Yusra–Dony Jadi Responden Perdana, Sensus Ekonomi 2026 Bolmong Resmi Dimulai

Senin, 1 Juni 2026 - 16:11 WITA

Yusra- Dony Buktikan Komitmen Ekonomi Kerakyatan Lewat Bantuan Modal Usaha

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:04 WITA

GP Ansor Sulut Perkuat Soliditas dan Kemandirian Ekonomi Kader

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:09 WITA

HUT ke-19 Boltara, Program SJL-MAP Catat Capaian Positif Pembangunan Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:29 WITA

Tak Mau Hanya Terima Laporan Diatas Meja, Bupati Yusra Pilih Temui Langsung Petani Bolmong

Berita Terbaru