BOLMONG, TimeNUSANTARA – Komitmen Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi, dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah kembali ditegaskan. Hal itu tercermin saat ia secara resmi menutup rangkaian High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Sutan Raja, Kotamobagu, Jumat (06/02/2026).
Kegiatan strategis yang digelar selama dua hari, sejak 5 hingga 6 Februari 2026 ini, menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bolmong dalam memperkuat respons cepat dan koordinasi lintas sektor menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok serta potensi tekanan inflasi ke depan.
Dalam arahannya, Bupati Yusra menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak cukup hanya bersifat reaktif, melainkan harus berbasis data, analisis yang tajam, serta kebijakan yang terukur dan berkelanjutan. Ia mendorong TPID Bolmong agar lebih sigap membaca gejolak pasar, khususnya menjelang momentum rawan inflasi seperti Ramadan dan Idulfitri 2026.
“TPID harus menjadi garda terdepan dalam menjaga daya beli masyarakat. Kerja kolaboratif, cepat, dan tepat sasaran adalah kunci,” tegas Yusra.
Penutupan HLM TPID ini juga menandai komitmen Pemkab Bolmong untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi strategis yang telah dibahas, mulai dari pemetaan kondisi inflasi Sulawesi Utara, penguatan ketahanan pangan lokal, hingga langkah antisipatif menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok.
Melalui sesi capacity building, kapasitas sumber daya TPID Bolmong diperkuat, khususnya dalam aspek kemampuan analisis ekonomi, perumusan kebijakan pengendalian inflasi, serta penguatan koordinasi antarinstansi agar program yang dijalankan lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Langkah ini mempertegas kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi yang menempatkan stabilitas ekonomi dan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah.
(Nur)










