BOLTARA, TimeNUSANTARA – Pesta Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga membawa dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Kembar Boroko pada sabtu (23/5/2026) itu sukses menarik ribuan warga untuk hadir dan memeriahkan rangkaian acara yang digelar Pemerintah Kabupaten Boltara. Tingginya antusiasme masyarakat turut memberikan peluang ekonomi bagi para pedagang dan pelaku usaha kecil yang membuka stand selama kegiatan berlangsung.

Pemerintah daerah menyediakan sejumlah stand UMKM yang diisi pelaku usaha lokal dengan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner khas daerah, minuman, hingga produk kerajinan masyarakat. Kehadiran stand tersebut menjadi wadah promosi sekaligus meningkatkan penjualan para pelaku usaha.
Bupati Sirajudin Lasena menyampaikan bahwa pelaksanaan pesta rakyat tidak hanya bertujuan mempererat kebersamaan masyarakat dalam momentum HUT daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu sektor penting yang terus didorong pemerintah daerah karena memiliki peran besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan lapangan usaha baru.
“Pesta rakyat ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga momentum untuk membantu pelaku UMKM agar produk mereka lebih dikenal dan ekonomi masyarakat semakin bergerak,” ujarnya.
Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami peningkatan pendapatan selama pelaksanaan pesta rakyat. Ramainya pengunjung membuat produk dagangan cepat terjual dibanding hari biasa.
Selain menjadi pusat hiburan masyarakat, perayaan HUT ke-19 Boltara juga dinilai mampu menciptakan perputaran ekonomi yang positif di wilayah Boroko dan sekitarnya. Kehadiran masyarakat dari berbagai kecamatan ikut berdampak pada meningkatnya aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat kecil.
Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa terus menjadi ruang promosi bagi UMKM lokal agar mampu berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing lebih kuat di tengah pertumbuhan ekonomi daerah.
[Fadlan Ibunu]










